Senin, 01 SEPTEMBER 2025 • 15:19 WIB

Global Sumud Berlayar dari Barcelona, Tantang Blokade Israel di Gaza

Author

Konvoi Global Sumud Flotilla resmi berangkat dari Barcelona menuju Jalur Gaza pada Minggu (31/8). (Dok. Global Sumud)

INDOZONE.ID - Konvoi Global Sumud Flotilla resmi berangkat dari Barcelona menuju Jalur Gaza pada Minggu (31/8). Armada ini membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Pelayaran kedua dijadwalkan berangkat dari Tunisia pada Kamis mendatang.

Komite Internasional untuk Membebaskan Gaza menyebut flotilla ini bukan sekadar simbol.

"Setiap kapal membawa seruan harapan bagi Gaza dan suara global yang menuntut diakhirinya blokade dan ketidakadilan," bunyi pernyataan resmi.

Aksi ini digambarkan sebagai protes internasional terhadap "blokade dan genosida" yang terjadi di Gaza. Penyelenggara juga menuding lembaga dunia gagal bertindak tegas dalam menghentikan krisis kemanusiaan.

Baca juga: Momen Pemuda Gaza Unboxing Kotak Bantuan dari Indonesia, Beginilah Isinya

Gabungan Empat Inisiatif Dunia

Global Sumud Flotilla lahir dari kerja sama empat inisiatif, yakni Maghreb Sumud Flotilla, Global Movement to Gaza, Freedom Flotilla Coalition, dan Sumud Nusantara.

Misi ini melanjutkan jejak sejumlah aksi sebelumnya, termasuk kapal Turki Mavi Marmara pada 2010 yang pernah jadi sorotan dunia, hingga misi terbaru tahun ini dengan kapal Al-Dhamir, Madleen, dan Handala.

Kapal-Kapal yang Dihentikan Israel

Akhir Juli lalu, Angkatan Laut Israel menghentikan kapal bantuan Handala ketika mendekati Gaza dan membawanya ke Pelabuhan Ashdod. Sebelumnya, kapal Madleen sempat mencapai 110 mil laut sebelum dihentikan.

Baca juga: Australia Tepis Klaim Israel soal Pengusiran Duta Besar Iran

Meski berulang kali digagalkan, flotilla internasional terus mencoba menembus blokade. Pelayaran kali ini kembali menegaskan perlawanan terhadap kebijakan Israel yang dianggap menutup pintu kehidupan bagi warga Gaza.

Situasi Kritis di Gaza

Sejak perang memanas pada Oktober 2023, hampir 63.400 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan militer Israel. Sebagian besar wilayah Gaza hancur, dengan penduduk yang kini menghadapi ancaman kelaparan besar-besaran.

Tekanan hukum internasional juga semakin menguat. November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang. Israel bahkan tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU