Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni. (Photo/ANTARA/Dok.pribadi)
INDOZONE.ID - Rumah milik Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Fraksi Partai Nasdem, diserbu oleh ratusan massa pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Aksi massa tersebut terjadi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, di mana massa yang tiba dengan sepeda motor mula-mula mengepung rumah berwarna putih dengan pagar besi hitam itu, dan situasi menjadi kacau ketika massa membobol masuk dan menjarah barang-barang di dalam rumah.
Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan televisi, furnitur, pakaian, sepatu, dan bahkan brankas diangkut keluar rumah. Selain itu, action figure Iron Man dan berbagai barang lainnya dari teras hingga lantai dua rumah juga diangkut massa.
Baca juga: Rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priuk Digeruduk Massa, Barang-barang Dijarah
Bahkan terdengar teriakan dari massa untuk naik ke lantai atas karena masih banyak barang yang bisa diambil. Aksi ini tak hanya merusak rumah pribadi Sahroni, tapi juga menambah sorotan publik terhadap dirinya yang belakangan ini terlibat beberapa kontroversi.
Profil Ahmad Sahroni. (Instagram/@ahmadsahroni88)
Ahmad Sahroni dikenal sebagai politikus dengan latar belakang yang unik. Ia lahir pada 8 Agustus 1977 di Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan menempuh pendidikan dasar di SDN Kebon Bawang 05 Pagi, SMP Yappenda Jakarta Utara, dan SMA Negeri 114 Jakarta.
Selama SMA, Sahroni aktif dalam organisasi sekolah dan menjabat sebagai ketua OSIS. Namun, setelah lulus pada 1995, keterbatasan ekonomi keluarganya membuatnya tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi, sehingga dia bekerja di berbagai sektor untuk mencari nafkah.
Sahroni memiliki pengalaman kerja yang beragam, mulai dari menjadi tukang semir sepatu, ojek payung, pekerja cuci di kapal pesiar, hingga sopir truk di perusahaan bahan bakar minyak. Pengalaman ini membentuk citranya sebagai pekerja keras yang membangun karier dari bawah.
Meskipun awalnya menghadapi kesulitan, Sahroni tetap berjuang untuk menempuh pendidikan formal di usia dewasa. Pada 2009, ia berhasil meraih gelar sarjana ekonomi dari STIE Pelita Bangsa, dan kemudian melanjutkan studi magister komunikasi di Stikom InterStudi pada 2020.
Selain itu, pada 2024 ia meraih gelar doktor ilmu hukum dari Universitas Borobudur Jakarta. Latar belakang akademis ini semakin memperkuat posisinya ketika terjun ke panggung politik nasional.
Karier politik Ahmad Sahroni dimulai saat terpilih sebagai anggota DPR dari daerah pemilihan DKI Jakarta III pada 2014. Dua tahun kemudian, ia ditempatkan di Komisi III yang menangani bidang hukum, HAM, dan keamanan.
Popularitas Sahroni semakin meningkat saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI periode 2019-2024. Kesuksesannya di dunia politik dan bisnis membuatnya dijuluki "Crazy Rich Tanjung Priok", yang mencerminkan transformasi hidupnya dari seorang tukang semir sepatu menjadi figur elite politik yang berpengaruh.
Namun, karier politiknya tidak selalu mulus. Pada 22 Agustus 2025, Ahmad Sahroni mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan polemik. Dalam sebuah wawancara di Sumatera Utara, dia menyebut orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”.
Pernyataan tersebut menjadi viral dan mendapat kritik keras dari publik, banyak yang menilai bahwa ucapannya arogan dan merendahkan aspirasi masyarakat. Pernyataan itu memicu gelombang protes, termasuk aksi massa yang berujung pada penjarahan rumahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @ahmadsahroni88