INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri Belanda, Caspar Veldkamp, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat (22/8/2025). Keputusan ini diambil lebih cepat dari jadwal karena perbedaan pandangan mengenai sikap pemerintah Belanda terhadap perang Israel di Gaza.
Dalam pernyataannya, Veldkamp menjelaskan bahwa alasan Menlu Belanda mundur adalah karena pemerintah tidak mendukung langkah tambahan untuk menekan Israel, baik terkait serangan di Gaza maupun rencana pembangunan permukiman baru di Tepi Barat.
“Saya merasakan adanya penolakan di dalam kabinet untuk mengambil langkah lebih jauh. Karena itu, saya akan menyerahkan pengunduran diri secara resmi,” kata Veldkamp.
Baca juga: Jerman Desak Israel Ringankan Penderitaan Warga Gaza Palestina
Keputusan ini menambah daftar pengunduran diri Menlu Belanda yang pernah terjadi sebelumnya. Misalnya, pada 2024, Menlu Belanda Hanke Bruins Slot mundur dari jabatannya karena alasan politik domestik. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya dinamika kabinet di Den Haag.
Sejak awal, sikap Menlu Belanda terhadap Gaza sering menjadi sorotan. Veldkamp mendorong adanya langkah tegas terhadap Israel, namun mayoritas kabinet menilai bahwa Belanda sebaiknya tetap berhati-hati dalam mengambil posisi. Perbedaan inilah yang akhirnya membuat Veldkamp memilih mundur.
Pemerintah Belanda sebenarnya sudah runtuh sejak 3 Juni lalu. Saat ini, kabinet yang ada hanya berstatus pemerintahan sementara dengan posisi minoritas, dan diperkirakan akan tetap berjalan hingga terbentuk koalisi baru pasca pemilu Oktober mendatang. Proses pembentukan koalisi bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Baca juga: Israel Kaji Tanggapan Hamas atas Proposal Gencatan Senjata di Gaza
Israel saat ini sedang melakukan operasi militer besar-besaran dengan tujuan merebut kendali Gaza City, memindahkan warga sipil ke wilayah selatan, melemahkan Hamas, serta memberi tekanan untuk pembebasan sandera.
Namun, pada Jumat (22/8), sebuah lembaga pemantau kelaparan global menyatakan bahwa warga di Gaza City dan sekitarnya secara resmi tengah mengalami kelaparan parah. Israel langsung menolak laporan tersebut dengan menyebutnya bias dan tidak benar.
Selain Gaza, Israel baru-baru ini juga menyetujui rencana pembangunan permukiman yang akan memisahkan wilayah Tepi Barat. Langkah ini dikhawatirkan akan semakin memecah belah daerah yang oleh Palestina dianggap sebagai bagian dari calon negara merdeka mereka.
Keputusan tersebut menuai kritik internasional. Inggris bahkan memanggil duta besar Israel di London untuk menyampaikan protes resmi atas rencana tersebut.
Menlu Belanda mundur di tengah konflik Gaza menjadi sinyal kuat tentang adanya perbedaan tajam di dalam kabinet mengenai kebijakan luar negeri.
Dengan mundurnya Veldkamp, Belanda kini menghadapi ketidakpastian politik sekaligus dilema diplomasi, terutama terkait konflik Israel-Palestina yang terus memanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Washington Post