Selasa, 19 AGUSTUS 2025 • 19:49 WIB

Sekutu Ukraina Dorong Pertemuan Damai Zelenskyy dan Putin

Author

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Kyiv, Ukraina, 10 Mei 2025. (Reuters/Kevin Lamarque)

INDOZONE.ID - Para sekutu utama Ukraina menggelar pertemuan pada Selasa (19/8/2025), untuk membahas peluang menuju negosiasi damai Rusia dan Ukraina

Diskusi ini muncul setelah adanya sinyal bahwa Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin bisa duduk bersama dalam sebuah konferensi perdamaian.

Harapan meningkat usai Zelenskyy bersama sejumlah pemimpin Eropa bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, di Washington, pada Senin lalu. 

Baca juga: Zelenskyy dan Pemimpin Eropa Terbang ke AS untuk Bahas Kesepakatan Damai Ukraina-Rusia

Trump mengungkapkan, bahwa dirinya juga sudah berbicara lewat telepon dengan Putin, membicarakan kemungkinan Pertemuan Zelenskyy-Putin untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan perang.

Konflik Ukraina-Rusia yang telah berlangsung hampir tiga setengah tahun, menelan puluhan ribu korban jiwa. Meskipun ada beberapa kemajuan di pihak Rusia dalam beberapa bulan terakhir, konflik ini masih berada di titik buntu. 

Jika pertemuan tatap muka antara Zelenskyy dan Putin terwujud, itu akan menjadi langkah bersejarah sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai.

Baca juga: KTT Trump-Putin Berakhir Tanpa Kesepakatan untuk Mengakhiri Perang di Ukraina

Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang hadir dalam pembicaraan di Washington terkait jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina, mengatakan bahwa sekitar 30 sekutu Kyiv akan mengikuti rapat virtual pada Selasa. 

Pertemuan itu disebut sebagai forum “koalisi negara yang bersedia” untuk memperbarui koordinasi langkah ke depan dalam Pembicaraan Damai mengenai Perang Ukraina-Rusia.

Macron bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi tuan rumah pertemuan tersebut. Menurut juru bicara pemerintah Inggris, fokus utama diskusi adalah menentukan langkah konkret untuk mendukung Kyiv dalam menegakkan kesepakatan damai jika tercapai.

Macron juga menyebut Jenewa sebagai kandidat tuan rumah perundingan damai, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan Ukraina, termasuk apakah akan memberikan konsesi atas wilayah Donbas yang masih berada dalam kendali Kyiv.

Namun, Macron tetap menunjukkan sikap waspada terhadap Putin. Ia menyebut presiden Rusia itu sebagai “predator” yang kerap melanggar janji dan mencoba mengubah batas wilayah demi memperluas kekuasaan.

Trump sebelumnya telah bertemu Putin di Alaska pekan lalu, meski pertemuan tersebut gagal menghasilkan gencatan senjata. Usai pertemuan di Washington, Trump menulis di media sosialnya bahwa semua pihak, “Sangat berharap pada kemungkinan PERDAMAIAN bagi Rusia dan Ukraina."

Ia mengungkapkan, sudah memulai persiapan untuk mempertemukan Putin dan Zelenskyy di lokasi yang akan ditentukan. Trump bahkan berencana menggelar pertemuan tiga pihak dengan kedua pemimpin.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menambahkan, bahwa Putin sudah menyetujui pertemuan bilateral dengan Zelenskyy dalam waktu dua minggu ke depan.

Zelenskyy menyatakan kesiapannya untuk bertemu dengan “musuh lamanya” itu. Dari pihak Moskow, seorang penasihat Kremlin juga menegaskan bahwa Putin terbuka terhadap ide perundingan langsung.

Namun, hingga saat ini serangan drone Rusia ke wilayah Ukraina masih terus berlangsung tanpa jeda. 

Desakan Trump agar Kyiv mau memberikan konsesi, termasuk menyerahkan Krimea dan menghentikan ambisi masuk NATO, menjadi sorotan dan memicu kekhawatiran di kalangan sekutu Eropa.

Selain membahas perundingan damai, topik besar lainnya adalah jaminan keamanan bagi Ukraina. Trump menyebut Putin setuju atas jaminan tersebut meski tetap menolak kemungkinan Ukraina bergabung dengan NATO.

Menurut laporan Financial Times, rancangan kesepakatan yang sedang dibicarakan mencakup pembelian senjata AS senilai sekitar USD100 miliar yang dibiayai oleh Eropa, dengan imbalan jaminan keamanan dari Amerika Serikat.

Zelenskyy menyebut angka paket bantuan itu sekitar USD90 miliar dolar. Ia menargetkan kesepakatan final bisa tercapai dalam 10 hari.

Meski demikian, kekhawatiran tetap ada di Eropa terkait konsistensi Trump. Banyak pihak masih meragukan apakah presiden AS itu akan benar-benar berdiri bersama Ukraina, atau justru kembali melunak terhadap Putin seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Washington Post

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU