Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 08:00 WIB

Warganya Banyak Dapat Serangan di Australia, Pemerintah China Keluarkan Peringatan Keamanan

Author

Sebuah foto di Hobart, Tasmania. (freepik)

INDOZONE.ID - Pemerintah China resmi mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya yang berada di Australia. 

Hal itu menyusul meningkatnya laporan serangan terhadap warga China di Australia, termasuk pelajar, di ruang publik dalam beberapa bulan terakhir.

Melalui pernyataan resmi, kedutaan China dan sejumlah konsulat di Australia mengimbau warga China di Australia, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di malam hari atau di wilayah rawan kejahatan. 

Peringatan itu juga menegaskan agar warga memantau berita lokal, bepergian dalam kelompok, dan memberi tahu keluarga atau teman sebelum melakukan perjalanan.

Baca juga: Trump Perpanjang Gencatan Dagang dengan China Selama 90 Hari, Tarif Tinggi Sementara Ditunda

Konsulat Jenderal China di Adelaide melaporkan, adanya kasus di mana pelajar dan warga China diserang tanpa alasan oleh remaja setempat di jalan, stasiun, dan pusat perbelanjaan. 

Jika menghadapi provokasi verbal, warga diminta menghindari konfrontasi, segera meninggalkan lokasi, mencari bantuan, dan melapor ke polisi.

Dalam dua pekan terakhir, peringatan serupa juga dikeluarkan di wilayah lain. Di Melbourne, konsulat China mendesak otoritas Tasmania untuk mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap seorang pelajar China berusia 33 tahun di Hobart.

Baca juga: Indonesia Akan Alihkan Ekspor Udang ke China karena Tarif Impor Amerika Serikat

Menurut laporan media setempat, korban diserang enam remaja berusia 14-15 tahun di area perbelanjaan. Polisi Tasmania telah menahan para pelaku dan mendakwanya dengan pasal penyerangan. Korban mengalami cedera kepala serius dan harus menjalani operasi rekonstruksi.

Felix Ellis, Menteri Kepolisian, Pemadam, dan Manajemen Darurat Tasmania, menyebut insiden ini memalukan dan tidak bisa diterima di masyarakat.

Selain kasus di Hobart, serangan juga menimpa pasangan wisatawan asal China pada Juli lalu. Mereka diserang dua remaja perempuan di dekat Franklin Square.

Pada Juni, konsulat China di Brisbane memperingatkan adanya serangan tanpa provokasi di Brisbane dan Gold Coast.

Seorang warga bernama Chen, yang telah bekerja di Hobart selama enam tahun, mengaku selalu menghindari bepergian sendirian demi keamanan. 

Komunitas warga China pun membentuk kelompok keamanan, dan mengajukan petisi agar pemerintah setempat memberikan perlindungan yang lebih baik.

Di Perth, konsulat kembali mengingatkan warga setelah adanya laporan penembakan dan pembakaran di kawasan dengan populasi warga China yang cukup besar. Polisi menduga insiden tersebut terkait konflik antar kelompok.

Kabar ini memicu kemarahan di China, dengan warganet di platform Xiaohongshu membagikan tips keselamatan bagi mereka yang berada di Australia. 

Seorang mahasiswa di Universitas Macquarie, Sydney, bahkan membagikan rute unjuk rasa anti-imigrasi yang akan digelar akhir bulan ini, dan mengimbau mahasiswa internasional menjauh dari lokasi tersebut.

Insiden-insiden ini menjadi sorotan dalam hubungan China-Australia terkini, mengingat peringatan yang dikeluarkan pemerintah Beijing menunjukkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan warganya di negeri Kanguru.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU