Kebakaran Hutan Capai Kota Terbesar Keempat di Turki, Satu Petugas Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi
INDOZONE.ID - Kebakaran hutan yang melanda Turki selama beberapa pekan terakhir kini telah mencapai Bursa, kota terbesar keempat di negara tersebut. Api menyebar dengan cepat sepanjang malam pada Minggu waktu setempat, memaksa lebih dari 1.700 warga sekitar mengungsi.
Sebanyak 1.900 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Namun, salah satu dari mereka dilaporkan meninggal dunia saat bertugas, menambah daftar korban jiwa yang terus bertambah dalam bencana ini.
Sejak akhir Juni, kebakaran hutan hebat melanda beberapa wilayah di Turki, menciptakan cahaya merah menyala di langit kota. Pemerintah setempat melaporkan bahwa dua provinsi telah dinyatakan sebagai zona darurat bencana, yaitu Izmir dan Bilecik. Sebanyak 1.765 warga telah dievakuasi dengan aman dari desa-desa di timur laut yang berdekatan dengan area terdampak kebakaran.
Baca juga: Turki Pantau Ketegangan Iran-Israel, Erdogan Dukung Langkah Trump Negosiasi Nuklir
Sementara itu, total 2.400 petugas dikerahkan untuk memadamkan api, yang terdiri dari 1.900 pemadam kebakaran resmi dan 500 pekerja penyelamat lainnya.
Mengutip laporan Al Jazeera, Menteri Kehutanan Turki, Ibrahim Yumakli, menyatakan bahwa para petugas saat ini menghadapi 84 titik api yang menyebar secara terpisah. Wilayah yang paling terancam berada di barat laut Turki, termasuk Karabuk, yang telah terbakar sejak Selasa lalu.
Wali Kota Bursa, Mustafa Bozbey, mengonfirmasi bahwa api telah membakar setidaknya 3.000 hektare lahan di sekitar kota sejak kebakaran pertama kali terjadi. Dalam insiden tersebut, seorang petugas pemadam kebakaran bernama Ramadan Saskin dilaporkan meninggal akibat serangan jantung saat bertugas.
Jalan tol yang menghubungkan Bursa dengan ibu kota Ankara juga terpaksa ditutup karena hutan di sekitarnya terbakar.
Menteri Kehutanan Turki menegaskan bahwa penyebab utama cepatnya penyebaran kebakaran adalah angin kencang, kondisi lahan yang kering, serta suhu tinggi yang tidak biasa terjadi belakangan ini. Pada 2023, tercatat rekor suhu nasional di Saricakaya, Eskisehir, yang mencapai 49,5 derajat Celsius, menurut laporan Anadolu. Namun, pada Jumat lalu, suhu tertinggi dalam sejarah Turki tercatat di Provinsi Sirnak, Tenggara Turki, dengan suhu mencapai 50,5 derajat Celsius.
Baca juga: Insiden Aneh! Polisi Turki Bakar 20 Ton Ganja, Lebih dari 25 Ribu Orang Mabuk Massal
Kebakaran hutan ini telah merenggut sedikitnya 14 korban jiwa dalam beberapa pekan terakhir, termasuk 10 relawan penyelamat dan pekerja kehutanan. Anggota parlemen oposisi, Orhan Saribal, bahkan menyebut kebakaran ini sebagai "kiamat."
Yilmaz Tunc, Menteri Kehakiman sekaligus Ketua Dewan Jaksa Penuntut Turki, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa sebanyak 97 tersangka telah ditindak secara hukum setelah jaksa menyelidiki kebakaran di 33 provinsi sejak Juni lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera