INDOZONE.ID - Ratusan ribu warga Turki memadati jalanan Istanbul pada Sabtu, 29 Maret 2035 menentang pemenjaraan Wali Kota Ekrem Imamoglu.
Imamoglu dianggap sebagai rival utama Presiden Recep Tayyip Erdogan. Ia kini mendekam di balik jeruji, dan memicu gelombang protes terbesar dalam lebih dari satu dekade Turki.
Di tengah aksi yang membakar semangat, sebuah surat dari Imamoglu dibacakan di hadapan massa.
"Saya tidak takut, karena kalian berdiri di belakang dan di samping saya. Saya tidak takut karena bangsa ini bersatu melawan penindasan," tulisnya mengutip Reuters, Minggu (30/3/2025).
Baca Juga: Turki Siap Kerahkan Pasukan ke Israel untuk Hentikan Genosida di Palestina
Sejak Imamoglu ditahan pekan lalu atas tuduhan korupsi, seruan untuk turun ke jalan terus menggema di berbagai kota.
Ribuan warga dari berbagai lapisan bersatu dalam satu suara: menolak kriminalisasi oposisi.
Namun, aksi ini tak lepas dari tekanan. Hampir 2.000 demonstran dilaporkan ditahan, meski sebagian besar protes berlangsung damai.
Kelompok oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP), bersama organisasi hak asasi manusia dan beberapa negara Barat mengecam kasus ini sebagai langkah politik untuk menyingkirkan ancaman bagi Erdogan.
Pemerintah Turki membantah, dan bersikeras bahwa sistem peradilan bekerja secara independen.
Di Maltepe, sisi Asia Istanbul, ratusan ribu orang membawa bendera dan spanduk bertuliskan "Kebebasan untuk Imamoglu".
Kepolisian bersiaga penuh, mengawasi pergerakan massa.
Pemimpin CHP, Ozgur Ozel, menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah.
Ia menyerukan pembebasan Imamoglu serta mendesak pemilu dipercepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters