Jumat, 25 JULI 2025 • 10:15 WIB

Donald Trump Tegaskan Dukung Elon Musk dan Perusahaannya Tetap Berkembang di AS

Author

CEO Tesla, Elon Musk, menyambut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, saat mereka menghadiri kejuaraan gulat pria NCAA di Philadelphia, Pennsylvania, AS, pada 22 Maret 2025. (Reuters/Nathan Howard)

INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan dukungan terhadap Elon Musk, dan berbagai perusahaannya di Amerika. 

Dalam pernyataan terbaru yang disampaikan melalui media sosial pada Kamis (24/7/2025) kemarin, Trump membantah rumor yang menyebutkan, akan mencabut subsidi pemerintah terhadap Tesla dan bisnis lain milik Musk.

"Banyak yang mengatakan saya akan menghancurkan perusahaan Elon dengan mencabut subsidi besar dari pemerintah AS. Itu tidak benar," tulis Trump. 

"Saya justru ingin Elon, dan semua bisnis di negara ini, terus BERKEMBANG," tambahnya.

Pernyataan ini memperlihatkan, Trump dukung Elon Musk untuk terus menjalankan usahanya di Amerika tanpa hambatan dari kebijakan pemerintah.

Komentar Trump muncul sehari setelah Musk memperingatkan para investor Tesla, mengenai kemungkinan dampak buruk dari rencana penghapusan subsidi kendaraan listrik. 

Baca juga: Partai "America Party" Bentukan Elon Musk Kritik Polarisasi Demokrat-Republik

Berdasarkan undang-undang pajak dan anggaran yang sudah diteken Trump, insentif pajak sebesar $7.500 untuk mobil listrik baru, dan $4.000 untuk mobil bekas akan dihentikan mulai 30 September 2025.

Meski Musk selama ini sering mengkritik ketergantungan terhadap subsidi, kenyataannya Tesla telah menerima dukungan miliaran dolar dari pemerintah AS, sebagai bagian dari program energi bersih dan transportasi ramah lingkungan.

Tak bisa dimungkiri, perusahaan Elon Musk di Amerika, seperti Tesla dan SpaceX, telah memainkan peran besar dalam mendorong inovasi teknologi dan industri energi terbarukan.

Hubungan pribadi antara Trump dan Musk sempat memburuk pada awal Juni 2025. Saat itu, Musk mengecam rencana belanja dan pajak pemerintah yang dinilainya sembrono. 

Ketegangan ini terjadi tidak lama setelah Musk mengundurkan diri dari posisi resminya di pemerintahan Trump, untuk kembali fokus pada bisnisnya.

Padahal sebelumnya, Musk termasuk pendukung utama kampanye pemilihan ulang Trump dan bahkan mengucurkan dana lebih dari $250 juta.

Pada Juli, Musk juga mengumumkan pendirian partai politik baru sebagai langkah untuk memperluas pengaruhnya di dunia politik.

Baca juga: Elon Musk Bikin Partai Amerika, Sindir RUU Pajak Trump Bisa Bikin AS Bangkrut

Setelah ketegangan meningkat, Trump dikabarkan mempertimbangkan pembatalan berbagai kontrak pemerintah senilai miliaran dolar dengan perusahaan-perusahaan Musk. 

Menurut laporan Reuters, Gedung Putih bahkan telah meminta Departemen Pertahanan dan NASA untuk mengevaluasi semua kontrak SpaceX sebagai persiapan jika tindakan lanjutan diperlukan.

Padahal, SpaceX sebelumnya menjadi kandidat utama dalam proyek pertahanan rudal 'Golden Dome' senilai $175 miliar yang diusulkan pemerintahan Trump. Namun kini, pemerintah memperluas pencarian ke perusahaan lain karena konflik yang terjadi.

Meski demikian, para pengamat menyebutkan Elon Musk investasi di AS masih akan berpengaruh besar terhadap perekonomian nasional, terutama di sektor teknologi dan luar angkasa.

Meskipun hubungan pribadi antara Donald Trump dan Elon Musk sempat memanas, presiden AS tersebut kini kembali menegaskan, tetap mendukung pertumbuhan bisnis dalam negeri, termasuk semua perusahaan Elon Musk di Amerika. 

Dukungan tersebut dianggap penting, mengingat investasi Elon Musk di AS berkontribusi besar terhadap inovasi teknologi dan daya saing global Amerika Serikat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU