Kamis, 24 JULI 2025 • 11:20 WIB

China Sindir AS Tinggalkan UNESCO: Lama Tak Bayar Tunggakan, Sekarang Malah Keluar

Author

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

INDOZONE.ID - Pemerintah China memberi sindiran pada Amerika Serikat, yang telah memutuskan untuk keluar dari keanggotaan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun menyebut, negara yang kini dipimpin Presiden Donald Trump itu sudah lama tidak membayar iuran anggota United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

"Kami mengetahui bahwa UNESCO dan banyak negara menyatakan penyesalan mereka atas keputusan AS untuk kembali menarik diri dari organisasi tersebut. Ini adalah ketiga kalinya AS menarik diri dari UNESCO, negara ini sudah lama tidak membayar tunggakan," kata Guo Jiakun dikutip Kamis (24/7/2025).

Keputusan AS untuk keluar dari UNESCO diumumkan Presiden Trump pada Selasa (22/7/2025). 

Wakil Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan, Trump menuduh organisasi tersebut mendukung isu-isu budaya dan sosial progresif, serta bersifat memecah belah.

Baca juga: Donald Trump Pertimbangkan Kunjungan ke China untuk Bertemu Presiden Xi Jinping

"Presiden Trump telah memutuskan untuk menarik Amerika Serikat dari UNESCO yang mendukung isu-isu budaya dan sosial progresif, serta bersifat memecah belah, yang sama sekali tidak sejalan dengan kebijakan masuk akal yang dipilih oleh rakyat Amerika pada bulan November," kata Kelly.

"Ini bukanlah hal yang seharusnya dilakukan oleh negara besar. Tujuan UNESCO adalah untuk memajukan kerja sama internasional di bidang pendidikan, sains, dan budaya, mendorong saling pengertian dan integrasi peradaban, menegakkan perdamaian dunia, dan mencapai pembangunan bersama," tambah Guo Jiakun.

China, kata Guo Jiakun, dengan tegas mendukung upaya UNESCO.

Guo Jiakun mengungkapkan dalam rangka peringatan 80 tahun berdirinya PBB, ia menyerukan kepada semua negara untuk menegaskan kembali komitmen terhadap multilateralisme dan mengambil tindakan nyata untuk mendukung sistem internasional yang berpusat pada PBB.

"China mengajak agar semua negara kembali kepada tatanan internasional yang didasari oleh hukum internasional, dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional berdasarkan tujuan dan prinsip Piagam PBB," ungkap Guo Jiakun.

Baca juga: Palestina Jadi Anggota, Trump Tarik AS Keluar dari UNESCO

Secara terpisah, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce mengatakan bahwa keputusan untuk mundur dari UNESCO akan berlaku mulai 31 Desember 2026.

"Hari ini, AS memberi tahu Direktur Jenderal Audrey Azoulay tentang keputusan AS untuk mundur dari UNESCO. Keterlibatan berkelanjutan di UNESCO tidak sejalan dengan kepentingan nasional AS," ujar Bruce.

Bruce menjelaskan bahwa agenda "globalis dan ideologis" UNESCO dalam pembangunan internasional bertentangan dengan kebijakan luar negeri "America First."

Ia juga menekankan bahwa keputusan untuk mengakui Negara Palestina, yang disebutnya "sangat bermasalah", bertentangan dengan kebijakan AS dan turut memperkuat retorika anti-Israel di dalam organisasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU