Selasa, 22 JULI 2025 • 13:05 WIB

Topan Wipha Hantam Tiongkok Selatan dan Vietnam Utara, Picu Banjir Bandang dan Longsor

Author

Petugas pemadam kebakaran membersihkan pohon tumbang di jalan setelah Topan Wipha mendarat di Taishan, Provinsi Guangdong, Tiongkok, pada 20 Juli 2025. (cnsphoto via Reuters)

INDOZONE.ID - Topan Wipha kembali menerjang di kawasan Asia Tenggara. Setelah melintasi Hong Kong, badai tropis ini kini menerjang wilayah Tiongkok bagian selatan dan Vietnam utara, membawa hujan lebat ekstrem serta memicu peringatan akan potensi banjir bandang dan longsor.

Pada Minggu malam (20/7/2025), Topan Wipha terjang Tiongkok Selatan, tepatnya di Provinsi Guangdong. Kota-kota seperti Yangjiang, Zhanjiang, dan Maoming dilaporkan mengalami hujan deras dan angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang, kerusakan infrastruktur, dan gangguan transportasi.

Sebelumnya, badai ini sempat melintas di dekat Hong Kong dan menyebabkan kekacauan, termasuk pembatalan penerbangan dan evakuasi hampir 280 orang ke tempat perlindungan. 

Baca juga:  Topan Wipha Terjang Hong Kong dan Daratan China, Ratusan Penerbangan Dibatalkan

Meski telah melemah menjadi badai tropis, Wipha masih membawa dampak besar di sepanjang pesisir Tiongkok.

Badan cuaca nasional Tiongkok memperingatkan bahwa hujan deras akan terus mengguyur wilayah Guangdong, Guangxi, Hainan, dan Fujian hingga Selasa pagi. 

Warga diimbau waspada terhadap potensi banjir bandang dan longsor akibat Topan Wipha serta angin kencang yang membahayakan keselamatan.

Baca juga: Bareskrim Bongkar 3 Markas Judol Jaringan China dan Kamboja di Jabar Hingga Banten

Setelah meninggalkan daratan Tiongkok, badai diperkirakan melintasi Teluk Tonkin pada Senin siang dan menguat sebelum menghantam pesisir Vietnam utara.

Di Vietnam, pemerintah telah menetapkan status darurat di sejumlah provinsi pesisir. Topan Wipha di Vietnam Utara diprediksi membawa curah hujan tinggi dan berisiko besar menimbulkan banjir serta tanah longsor, khususnya di daerah pegunungan dan kota-kota dataran rendah.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh menginstruksikan evakuasi warga dari daerah rawan, menyiapkan logistik, alat penyelamatan, serta mengamankan jalur komunikasi. 

Ia menyebut Wipha sebagai “badai kuat dan bergerak cepat” yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan maksimal.

Topan ini juga menyulitkan proses pencarian korban kapal wisata yang terbalik di Teluk Ha Long akibat badai petir akhir pekan lalu, yang menewaskan lebih dari 30 orang.

Dampak badai tropis Wipha di Asia Tenggara terasa luas. Maskapai Vietnam Airlines dan Pacific Airlines telah membatalkan sembilan penerbangan domestik pada Senin (21/7/2025). 

Sementara itu, Vietjet juga membatalkan 12 penerbangan, termasuk rute internasional ke Korea Selatan, karena cuaca buruk yang ditimbulkan oleh Wipha.

Vietnam memang kerap menjadi sasaran badai karena posisinya di sepanjang pesisir Laut China Selatan. Tahun lalu, Topan Yagi menewaskan sekitar 300 orang dan menyebabkan kerugian besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: South China Morning Post

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU