Minggu, 20 JULI 2025 • 00:00 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Korea Selatan, Korban Tewas Bertambah Jadi 11 Orang

Author

Foto menunjukkan wilayah yang terdampak longsor akibat hujan deras di Sancheong, Korea Selatan, pada 19 Juli 2025. (Reuters via Yonhap)

INDOZONE.ID - Satu orang dilaporkan meninggal dunia dan empat lainnya masih hilang setelah hujan lebat mengguyur wilayah Korea Selatan pada Minggu (20/7/2025). Dengan tambahan ini, jumlah korban tewas karena banjir di Korsel selama sepekan terakhir meningkat menjadi 11 orang.

Banjir dan longsor di Korea Selatan kembali menelan korban. Hujan dengan intensitas hampir 170mm mengguyur Gapyeong, Provinsi Gyeonggi, yang terletak sekitar 70 km dari ibu kota Seoul, pada Minggu pagi.

Menurut data dari Kementerian Dalam Negeri, hingga kini dilaporkan satu korban tewas dan empat orang masih dalam pencarian di wilayah tersebut.

Baca juga: Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Didakwa atas Penyalahgunaan Kekuasaan

Korban jiwa diketahui merupakan seorang wanita berusia sekitar 70 tahun yang meninggal setelah rumahnya tertimbun longsor pada pukul 04.40 pagi waktu setempat.

Mayoritas korban jiwa tercatat di Kabupaten Sancheong, yang terletak di wilayah selatan Korea Selatan. Sejak Rabu, wilayah ini terus diguyur hujan lebat hingga total mencapai hampir 800mm. 

Bencana alam di Korea Selatan ini menciptakan situasi darurat di berbagai daerah, terutama kawasan perbukitan dan dekat aliran sungai.

Baca juga: Rusia Peringatkan AS, Korea Selatan, dan Jepang agar Tak Bentuk Aliansi Keamanan Anti Korut

Dengan kondisi cuaca yang ekstrem ini, jumlah korban jiwa karena hujan lebat di Korsel diprediksi bisa terus bertambah jika hujan deras masih berlanjut.

Meski setiap bulan Juli Korea Selatan memang memasuki musim hujan, namun curah hujan ekstrem kali ini terbilang di luar kebiasaan. Bahkan, beberapa wilayah mencatatkan rekor curah hujan tertinggi dalam sejarah untuk periode waktu yang singkat.

Para ilmuwan mengaitkan kejadian ini dengan perubahan iklim global. Fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi diyakini sebagai dampak dari pemanasan global yang terus meningkat.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2022, Korea Selatan juga pernah mengalami bencana besar akibat banjir dan hujan deras, yang menyebabkan setidaknya 11 korban meninggal dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yonhap News

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU