Dalai Lama Pastikan Lembaganya Tetap Lanjut Setelah Dirinya Wafat, Reinkarnasi Harus di Luar China
INDOZONE.ID - Menjelang ulang tahunnya yang ke-90, Pemimpin spiritual umat Buddha Tibet, Dalai Lama menegaskan bahwa lembaga Dalai Lama akan tetap berlanjut setelah kematiannya.
Ia menolak spekulasi bahwa dirinya akan menjadi yang terakhir dan menekankan bahwa reinkarnasinya harus ditemukan sesuai tradisi, namun bukan di China.
Dalai Lama ke-14, akhirnya buka suara soal masa depan lembaga yang sudah ada sejak lebih dari empat abad lalu.
Dalam pernyataan tertulis jelang ulang tahunnya yang ke-90, ia memastikan bahwa “lembaga Dalai Lama akan terus berlanjut”.
Ini menjadi jawaban atas spekulasi panjang yang muncul sejak Dalai Lama sempat mengisyaratkan bahwa ia bisa saja menjadi Dalai Lama terakhir.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemilihan Dalai Lama ke-15 harus tetap mengikuti tradisi spiritual yang telah berlangsung lama. Artinya, proses pencarian reinkarnasi tak boleh dikendalikan oleh kekuatan politik mana pun.
Baca juga: Vonis Setya Novanto Dikorting MA, Hukuman Jadi 12,5 Tahun Penjara
Dalai Lama Tolak Campur Tangan China
Pernyataannya juga secara tegas menyinggung soal upaya campur tangan China dalam menentukan penerusnya.
“Pengganti saya harus lahir di luar China,” tegasnya mengutip The Guardian, Rabu (2/7/2025).
Pemerintah Beijing selama ini mengklaim bahwa hanya mereka yang berhak memilih dan menyetujui reinkarnasi Dalai Lama, sesuatu yang jelas ditolak oleh banyak umat Buddha Tibet, baik di dalam negeri maupun yang hidup di pengasingan.
Baca juga: Israel Lenyapkan 56 Ribu Nyawa Warga Gaza, Trump Klaim Akan Ada Gencatan Senjata 60 Hari
Sejarah Reinkarnasi dan Pengasingan
Dalai Lama dikenal sebagai reinkarnasi ke-14, dengan nama Tenzin Gyatso, yang diakui sejak 1940. Namun pada 1959, ia melarikan diri ke India setelah pasukan Tiongkok menghancurkan pemberontakan di Lhasa, ibu kota Tibet.
Sejak saat itu, ia menetap di pengasingan di Dharamshala, India, dan menjadi simbol perjuangan non-kekerasan serta identitas Tibet yang merdeka dari pengaruh Tiongkok.
Menurut tradisi Buddha Tibet, Dalai Lama dipercaya memiliki kemampuan untuk memilih kembali bentuk kelahirannya, dan telah melakukannya selama 13 kali sejak lembaga ini berdiri pada 1587.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian