INDOZONE.ID – Dunia kembali dibuat waswas setelah Amerika Serikat meluncurkan serangan udara ke sejumlah fasilitas nuklir utama milik Iran. Serangan yang terjadi pada malam hari itu langsung memicu respons global, termasuk dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang segera mengadakan pertemuan darurat di Wina, Austria.
IAEA Siaga 1, Direktur Jenderal Batal Hadiri Agenda Uni Eropa
Rafael Grossi, Direktur Jenderal IAEA, bahkan membatalkan kehadirannya di pertemuan Menteri Luar Negeri Uni Eropa demi memantau langsung situasi dari markas besar IAEA. Dalam unggahannya di platform X, ia menyebut bahwa Dewan Gubernur IAEA tengah menggelar sidang luar biasa untuk membahas potensi krisis nuklir baru di Timur Tengah.
Baca juga: B-2, GBU-57, dan Tomahawk: Senjata Rahasia AS Dilepaskan ke Jantung Nuklir Iran
Target AS: Natanz, Isfahan, dan Fordow
Tiga nama ini bukan tempat liburan, melainkan pusat aktivitas nuklir Iran yang jadi sasaran bom-bom presisi Amerika: Natanz, Isfahan, dan Fordow. Meskipun serangan tersebut tergolong intens, Iran buru-buru menyampaikan bahwa tidak ada kebocoran radiasi dan warga sekitar dalam kondisi aman.
"Kami pastikan tidak ada bahaya bagi penduduk," kata juru bicara Pusat Keamanan Nuklir Nasional Iran, yang pernyataannya langsung dikutip ulang oleh akun resmi IAEA.
Risiko Radiasi Jadi Perhatian Utama
Meski tidak ada peningkatan radiasi yang terdeteksi, IAEA tetap mengingatkan soal risiko besar jika ketegangan ini berlanjut. "Pelepasan radioaktif bisa jadi ancaman serius bagi penduduk sipil," ujar Grossi.
PBB dan Dunia Internasional Turun Tangan
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga bersuara. Dalam unggahan di X, ia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan kembali ke jalur diplomasi. “Kita tidak bisa main-main dengan keamanan nuklir,” tegasnya.
Baca juga: Krisis Energi Mengancam Eropa Akibat Ketegangan Memanas antara Iran dan Israel
Iran Ancam Mundur dari NPT
Yang bikin suasana makin panas, Iran mengancam keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Iran, Abbas Golroo, menyebut bahwa serangan Amerika bisa jadi dasar hukum kuat bagi Iran untuk mundur dari perjanjian internasional itu.
“Setelah serangan ini, Iran punya hak legal untuk menarik diri,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan media lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euronews.com