Wissam al-Tawil, pemimpin Hizbullah tewas dalam serangan Israel
INDOZONE.ID - Pasukan Isreal diduga telah menyerang pasukan Hizbullah di Libanon dan menewaskan pemimpin utama kelompok tersebut, Wissam al-Tawil.
Menurut Kantor Berita Nasional Libanon yang dilansir dari Al Jazeera, peristiwa penyerangan ini terjadi pada Senin (8/1/2024) pukul 10 pagi. Pihak Libanon mengklaim Israel telah menyerang mobil dengan pesawat tak berawak di al-Dabsha di Khirbet Selim.
Dalam mobil tersebut, dua orang tewas termasuk pemimpin top Hizbullah al-Tawil. Dirinya disebut sedang menuju Yerussalem.
Sementara itu, Israel tidak mengatakan apapun mengenai peristiwa tersebut.
Wissam al-Tawil bergabung dalam kelompok Hizbullah pada athun 1989. Dirinya bergabung di berbagai aksi penyerangan melawan pasukan Israel selama perluasan di wilayan selatan Libanon sebelum tahun 2000. Hizbullah menyebut al-Tawil pernah cedera parah setelah melakukan aksi serangan di tahun 1999.
Al-Tawil juga disebut berpartisipasi dalam operasi penangkapan tentara Israel pada tahun 2006. Aksi ini memicu serangan Israel dan disebut sebagai perang di kedua pihak.
Tak hanya di Libanon, al-Tawil juga gabung bergerilya di Suriah bersama pasukan oposisi.
Terbaru sejak konflik Gaza memanas kembali, al-Tawil mengklaim dirinya bertanggungjawab atas serangan terhadap Israel di perbatasan Libanon. Aksi penyerangan ini disebut sebagai aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina di Gaza.
Kelompok pro Palestina, Hizbullah dilaporkan telah kehilangan lebih dari 130 pasukannya dalam serangan Israel di perbatasan Libanon. Terbunuhnya pemimpin kelompok ini juga disebut akan menimbulkan dampak konflik mengerikan di negara-negara arab.
Baca Juga: Hizbullah Rencanakan Sebuah 'Hukuman' Atas Terbunuhnya Pemimpin Hamas Saleh Al-Arouri
Sebelumnya, Hizbullah secara terang-terangan mengancam Israel untuk tidak secara masiv menyerang Libanon.
"Siapa pun yang berpikir akan berperang dengan kami, kalian akan menyesali itu," kata pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah.
Di samping itu, Hizbullah juga mengklaim pihaknya tidak akan berhenti menyerang Israel jika masih terus menerus menyerang Gaza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera