Seorang anak diamputasi setelah ruamhnya diserang oleh Israel pada 28 Desember 2023
INDOZONE.ID - Seorang anak berusia 11 tahun harus kehilangan kakinya setelah Israel mengebom rumahnya di Jabalia, Gaza, Palestina, pada Oktober 2023. Kaki kanannya saat ini dipakaikan bor besi untuk menyambungkan tulangnya yang patah.
"Ini sangat menyakitkan, saya khawatir dokter harus memotong kaki saya," kata Noor saat diwawancara di rumah sakit yang dikutip dari Reuters.
Dirinya mengenang masa lalunya yang bahagia saat anggota tubuhnya masih utuh. Noor kala itu masih bisa bermain dan berlari.
"Ketika saya kehilangan kaki saya, hidup saya menjadi hancur dan saya sedih. Saya harap bisa mendapatkan kaki palsu," ungkapnya.
Melasir dari Reuters, sejak perang Gaza kembali memanas, banyak anak-anak Palestina yang menjadi korban genosida Israel. Mereka harus rela anggota tubuhnya dipotong karena terluka akibat ledakan bom.
Baca Juga: Menteri Pertahanan Israel Lakukan Strategi Baru dalam Genosida Gaza
Mirisnya, fasilitas kesehatan di Gaza juga kian memburuk. Para petugas medis terbatas sehingga mereka tidak bisa melayani secara maksimal untuk melakukan operasi amputasi kepada para korban ini.
Petugas medis juga jadi korban dalam perang di Gaza. Dari total petugas yang sebelum konflik ini terjadi, kini hanya tersisa sekitar 30%.
Keadaan rumah sakit yang memburuk juga membuat kondisi para pasien menghawatirkan. Pasokan obat-obatan berkurang menyebabkan para korban mengalami komplikasi bahkan amputasi akibat cedera. Bahkan seorang dokter menyebut beberapa di antara mereka sulit bertahan.
Bahkan salah satu staf rumah sakit di Gaza menyebut kondisi obat anestesi juga kian menipis sehingga kurang untuk membantu operasi amputasi.
"Sebagai perawat, saya mencoba semaksimal mungkin agar memudahkan mereka, tetapi tidak peduli apa yang kamu lakukan, mereka terganggu psikologisnya, mereka merasa anggota tubuhnya tidak lengkap serta menderita sakit," kata salah satu perawat di Gaza.
Baca Juga: Turki Tangkap 34 Orang yang Diduga Jadi Mata-mata Bayaran Israel
Sayangnya, bantuan pusat kaki palsu di daerah Gaza yang hancur saat ini. Rumah sakit Hamad yang didanai oleh Qatar itu habis akibat serangan Israel.
Berdasarkan data dari UNICEF, hampir seperempat korban cedera merupakan anak-anak. Di akhir November saja, ada lebih 1.000 anak-anak di Palestina diamputasi kakinya. Bahkan beberapa dari mereka kedua kakinya harus dipotong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters