INDOZONE.ID - Presiden Rusia, Vladimir Putin, berjanji untuk mengintensifkan serangan terhadap Ukraina, setelah berhari-hari dilakukan pemboman udara oleh kedua belah pihak dalam perang yang telah berlangsung lama.
Saat berkunjung ke rumah sakit militer di Moskow, Putin mengatakan militer akan terus menargetkan “instalasi militer” milik Ukraina.
Dia menyebut serangan udara di kota Belgorod di Rusia oleh Ukraina merupakan "serangan yang disengaja terhadap warga sipil".
Baca Juga: Israel Ungkap Perang di Gaza akan Terus Berlanjut Sepanjang 2024
Dua puluh lima orang tewas dalam serangan pada hari Sabtu, kata pejabat setempat.
Putin mengatakan perang ini menguntungkan Moskow dan dia ingin perang segera berakhir, tetapi hanya dengan syarat Rusia.
Dia menambahkan bahwa pendukung Ukraina di Barat merupakan hambatan terbesar dalam mengakhiri konflik, tetapi retorika mereka mulai berubah ketika mereka mulai menyadari bahwa mereka tak dapat “menghancurkan” Rusia.
Baca Juga: 6 Orang Dilaporkan Tewas Akibat Gempa Bumi Dahsyat di Jepang
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membantah klaim ini dalam sebuah wawancara dengan The Economist, dan mengatakan bahwa pernyataan dari Putin bahwa Rusia memenangkan perang hanyalah “perasaan”.
Dia pun menyoroti jumlah korban Rusia di Ukraina, dan mengatakan pasukan lawan tidak mampu merebut satu kota besar pun pada tahun 2023.
Zelensky juga mengungkapkan rasa frustrasinya pada sekutu-sekutu Kiev di Barat, dan mengatakan bahwa mereka sudah kehilangan rasa urgensinya.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Raka Diyakini Mampu Raup Suara Maksimal di Jepara
Dalam pidatonya dalam rangka menandai dimulainya tahun 2024, Zelensky menjanjikan peningkatan tajam dalam jumlah senjata yang diproduksi negara tersebut dan berjanji untuk memproduksi setidaknya satu juta drone.
Rusia dan Ukraina telah saling melancarkan serangan mematikan selama beberapa hari terakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BBC