Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 14 NOVEMBER 2023 • 13:34 WIB

Gara-gara Gempur Palestina Habis-habisan, Israel Kini Berada di Ambang Kebangkrutan

Gara-gara Gempur Palestina Habis-habisan, Israel Kini Berada di Ambang KebangkrutanIsrael panggil 300 ribu tentara cadangan mereka untuk melakukan serangan kepada Palestina.

INDOZONE.ID - Lebih satu bulan perang Israel dan Hamas berlangsung, sejak 7 Oktober 2023. Alih-alih mereda, konflik ini justru semakin memanas, setelah angkatan bersenjata Israel (Israel Defense Forces/IDF) menggempur habis-habisan Palestina dan mengklaim berhasil menduduki jantung Kota Gaza pada Selasa (7/11/2023).

Hingga dalam sebulan terakhir, menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas mengatakan, jumlah korban Gaza telah mencapai 10.328 orang, dengan lebih dari 4.200 di antaranya adalah anak-anak. Di sisi lain, sampai 5 November 2023, jumlah korban jiwa dari pihak Israel mencapai sekitar 1.400 orang.

Meski dari pihak Israel tidak menelan banyak korban jiwa dibandingkan Palestina, serangan besar-besaran ini telah membuat keuangan negara babak belur. Pasalnya, serangan yang dilancarkan Tel Aviv dalam satu hari diperkirakan menelan biaya hingga US$260 juta atau sekitar Rp4 triliun.

Sementara jika ditotal, surat kabar keuangan Calcalist dalam laporannya yang diterbitkan pada Minggu (5/11/2023), memperkirakan dana yang harus digelontorkan oleh Israel mencapai US$51 miliar atau sekitar Rp795 triliun (asumsi kurs Rp15.589 per dolar AS).

Baca Juga: Didukung Jadi Presiden Indonesia Berikutnya, Ganjar Dapat Wejangan dari Abuya Muhtadi

Jika dirinci, setengah dari biaya-biaya itu akan digunakan untuk biaya pertahanan. Sedangkan dana sekitar US$10 miliar – US$15 miliar merupakan kompensasi atas kehilangan pekerjaan yang dialami banyak warga Israel. Kemudian US$4,2 miliar – US$5 miliar untuk kompensasi bisnis dan US$2,5 miliar – US$5 miliar sebagai biaya rehabilitasi perang.

“Perkiraan ini setara dengan 10% dari produk domestik bruto (PDB) (Israel), ini berdasarkan asumsi bahwa perang akan berlangsung selama 8 – 12 bulan, dengan didasari terbatasnya aktivitas di Gaza,” tulis surat kabar itu, dikutip The Business Standard, Selasa (14/11/2023).

Gara-gara Gempur Palestina Habis-habisan, Israel Kini Berada di Ambang KebangkrutanKondisi GAZA Palestina dibombardir Israel (Instagram/yenisehirlioglu)

Tidak hanya itu, asumsi ini juga tanpa memperhitungkan keterlibatan pasukan Hizbullah dari Libanon, Iran dan Yaman. Dengan mempertimbangkan 350 ribu warga Israel yang direkrut sebagai tentara cadangan Israel dapat segera kembali bekerja.

Karena ini, Jurnalis Bloomberg pun menilai bahwa Israel setidaknya akan menanggung kerugian ekonomi hampir US$8 miliar.

Baca Juga: Diumumkan Anies, Ini Daftar Timnas Pemenangan AMIN untuk Pilpres 2024

“Pertempuran Israel melawan Hamas menghabiskan sekitar $260 juta setiap hari bagi ekonomi negara. Perang tersebut menyebabkan kerugian ekonomi hampir delapan miliar dolar bagi Israel," tulis laporan Bloomberg.

Sementara itu, setelah kabar ini diunggah akun X @Avolanza, banyak warganet yang menilai kerugian yang harus ditanggung Israel bisa jadi lebih dari perhitungan saat ini. Sebab, perhitungan yang sudah beredar ini belum memperhitungkan pula dampak dari gerakan boikot produk pro-Israel.

Tidak hanya itu, warganet pun meminta agar masyarakat lebih memasifkan lagi gerakan boikot untuk menekan Israel. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan dapat menyudahi bencana genosida yang sedang terjadi di Palestina.

“Ayo boikot terus produk2 israhell spy negara ilegal itu cepat bangkrut. Bacalah fatwa MUI no. 83 yg baru dikeluarkan spy umat Islam kompak termotivasi utk memboikot lbh intensif,” tulis @CaturRp.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gara-gara Gempur Palestina Habis-habisan, Israel Kini Berada di Ambang Kebangkrutan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!