Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 NOVEMBER 2023 • 13:55 WIB

Ngeri! 2023 Jadi Tahun Terpanas dalam 125.000 Tahun Terakhir

Ngeri! 2023 Jadi Tahun Terpanas dalam 125.000 Tahun TerakhirIlustrasi suhu panas

INDOZONE.ID - Para ilmuwan Uni Eropa membeberkan data mengejutkan soal suhu panas yang terjadi di berbagai belahan dunia. Mereka menyebut tahun 2023 ini hampir dipastikan menjadi tahun terpanas dalam 125.000 tahun terakhir.

Hal itu berdasarkan daya yang menunjukkan bahwa bulan Oktober lalu menjadi bulan terpanas di dunia.

Dikutip dari Reuters, bulan lalu memecahkan rekor suhu bulan Oktober pada tahun 2019 dengan selisih yang sangat besar.

"Rekor tersebut dipecahkan sebesar 0,4 derajat Celcius, yang merupakan selisih yang sangat besar," ujar Wakil Copernicus Climate Change Service (C3S) Uni Eropa, Samantha Burgess.

Burgess menggambarkan anomali suhu pada bulan Oktober sangat ekstrem. Suhu panas tersebut disebabkan oleh emisi gas rumah kaca yang terus menerus dari aktivitas manusia.

Selain itu, kata Burgess, kondisi diperparah dengan munculnya El Nino yang menghangatkan permukaan air di bagian timur Samudera Pasifik.

Baca Juga: Penyebab Suhu Panas Luar Biasa dan Prediksi BMKG Tentang Awal Musim Hujan

Secara global, rata-rata suhu udara permukaan di bulan Oktober tahun ini lebih hangat 1,7 derajat Celcius, dibandingkan bulan yang sama di tahun 1850-1900.

C3S mendefinisikan masa itu sebagai periode pra-industri. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyebut jika pemecahan suhu panas di bulan Oktober, membuat tahun 2023 hampir dipastikan menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat. Rekor sebelumnya terjadi di tahun 2016.

"Saat kami menggabungkan data kami dengan IPCC, maka kami dapat mengatakan bahwa ini adalah tahun terpanas selama 125.000 tahun terakhir," ujar Burgess merujuk data C3S dari tahun 1940.

Ngeri! 2023 Jadi Tahun Terpanas dalam 125.000 Tahun TerakhirIlustrasi suhu panas

Data jangka panjang dari panel ilmu iklim PBB IPCC itu berdasarkan data dari sumber-sumber seperti inti es, lingkaran pohon dan endapan karang.

Selain bulan Oktober, September juga memecahkan rekor suhu terpanas di tahun 2023 ini.

"September benar-benar mengejutkan kita. Jadi setelah bulan lalu, sulit untuk menentukan apakah kita berada dalam kondisi iklim yang baru. Tapi sekarang rekor terus menurun dan saya tidak terlalu terkejut dibandingkan bulan lalu," bebernya.

Baca Juga: BMKG: 3 Kota di Indonesia Berpotensi Dilanda Suhu Panas 40 Derajat Celcius, di Mana Saja?

Seorang ilmuwan iklim di University of Pennsylvania, Michael Mann, menjelaskan jika fenomena El Nino yang terjadi disebabkan oleh pemanasan global.

"Sebagian besar tahun El Nino kini memecahkan rekor, karena pemanasan global tambahan yang disebabkan oleh El Nino menambah peningkatan pemanasan yang disebabkan oleh manusia," kata Mann.

Perubahan iklim yang terjadi memicu hal-hal ekstrem yang semakin merusak keadaan. Seperti banjir tahun ini yang menewaskan ribuan orang di Libya, gelombang panas parah di Amerika Selatan, dan insiden kebakaran hutan terburuk di Kanada.

"Kita tidak boleh membiarkan banjir dahsyat, kebakaran hutan, badai, dan gelombang panas yang terjadi tahun ini menjadi hal yang biasa," ujar ilmuwan iklim di Universitas Leeds, Piers Forster.

"Dengan mengurangi emisi gas rumah kaca secara cepat selama dekade berikutnya, kita dapat mengurangi separuh laju pemanasan," ingatnya.

Meski negara-negara menetapkan target tinggi untuk mengurangi emisi secara bertahap, namun nyatanya hal itu belum terwujud.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ngeri! 2023 Jadi Tahun Terpanas dalam 125.000 Tahun Terakhir

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!