Rumah warga Gaza yang hancur setelah dibom oleh militer Israel di utara Gaza
INDOZONE.ID - Militer Israel dan Hamas Palestina terus berkonflik di Gaza. Ribuan masyarakat sipil telah menjadi korban, baik di Gaza maupun Israel.
Ketegangan di wilayah tersebut semakin parah ketika Israel memutuskan untuk menghentikan suplai air, listrik, dan terakhir jaringan internet yang memang selama ini dikendalikan oleh Israel.
Upaya perdamaian sedang diusahakan oleh internasional, namun berujung buntu karena tidak adanya kesepakatan, khususnya terkait two state solution alias solusi dua negara yang sebenarnya sudah dicetuskan sejak 1937.
Baca Juga: Sudah 55 Saksi Diperiksa Kasus Pimpinan KPK Peras SYL, Polisi Tak Kunjung Tetapkan Tersangka
Pada 19 Oktober 2023, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dalam pidatonya mengaku masih berusaha mewujudkan solusi dua negara untuk perdamaian Israel dan Palestina.
Ini disampaikan Biden dalam kunjungannya ke Tel Aviv untuk memberikan dukungan kepada militer Israel untuk terus melawan Hamas.
Hamas yang merupakan gerakan perlawanan Islam sejak awal didirikan pada 1987 yang kini berubah menjadi organisasi politik memang menentang keras pendudukan Israel di Palestina.
Baca Juga: Duh! Pasien RS Polri Lompat dari Parkiran, Untung Masih Selamat
Pada 1993, PM Israel Yitzhak Rabin dan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina, Yasser Arafat sepakat menandatangani Perjanjian Oslo.
Perjanjian ini menetapkan pemerintahan mandiri terbatas di bawah entitas baru yang disebut Otoritas Palestina (PA) untuk warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Namun ketika pemilu diadakan pada 2006, Hamas yang memenangkan mayoritas kursi di badan legislatif PA berhasil mengambil alih lembaga-lembaga PA di Gaza.
Baca Juga: 2 Kapal Berbendera Vietnam Ditangkap Polair, 17 Tahun Curi Ikan di Perairan Indonesia
Sejak saat itu, Hamas memiliki otoritas penuh terhadap pengelolaan Gaza, sementara saingan politiknya, Fatah mengelola Tepi Barat dibawah PA yang dipimpin Presiden Mahmoud Abbas.
Hamas sendiri menolak adanya solusi dua negara dan menginginkan bahwa Palestina harus menjadi negara Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber