INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengklaim negaranya punya kendali penuh atas Selat Hormuz.
Bahkan, Trump menyatakan AS akan membuka kembali Selat Hormuz jika ada perkembangan yang sangat positif.
Penampakan Selat Hormuz pada 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)
"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, dan akan dibuka jika mereka mencapai kesepakatan atau terjadi perkembangan yang sangat positif," kata Trump kepada wartawan, dikutip dari Antara, Kamis (24/4/2026).
Trump menduga Iran akan mendapatkan USD500 juta (sekira Rp8,7 triliun) per hari jika Selat Hormuz dibuka kembali. AS tidak akan membiarkan skenario itu jadi kenyataan.
Baca juga: Kenapa AS dan Iran Sama-Sama Klaim Menang? Ini Analisis Perang Modern
Perang antara AS-Israel dengan Iran dimulai pada 28 Februari 2026. AS-Israel menyerang Iran yang menimbulkan korban jiwa, termasuk meninggalnya mantan Pemimpin Tertinggi pihak Teheran, Ali Khamenei.
Iran pun membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah. Perang terus memanas hingga gencatan senjata selama dua pekan dimulai sejak 7 April lalu.
Pada 11 dan 12 April, perwakilan AS dan Iran bertemu di Islamabad, Pakistan, untuk membicarakan perdamaian. Akan tetapi, kesepakatan urung tercapai.
Pada 13 April lalu, AS mulai memblokade Selat Hormuz. Sebelumnya, Iran lebih dulu menutup Selat Hormuz terutama untuk agresor dan para sekutunya.
Kamu harus tahu, Selat Hormuz merupakan jalur maritim yang berpengaruh besar pada pasokan energi global. Bagaimana tidak, 20 persen pasokan minyak dan gas ke seluruh dunia melalui Selat Hormuz.
Trump menyatakan AS akan terus memblokade Selat Hormuz sambil berencana memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara