INDOZONE.ID - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengancam Iran. Ia mengatakan, banyak bom meledak jika gencatan senjata antara AS dan Iran berakhir.
Ancaman itu diungkapkannya seraya menginformasikan, bahwa delegasi AS sedang menuju Islamabad, Pakistan, Minggu 19 April 2026, waktu setempat.
Delegasi AS akan bertemu dengan perwakilan pihak Teheran untuk membicarakan perdamaian terkait perang antara Washington DC.-Israel dengan Iran yang terjadi sejak 28 Februari lalu.
Pertemuan pertama juga berlangsung di Islamabad, pada 11 dan 12 April 2026, tapi tidak tercapai kesepakatan damai.
Baca juga: Iran Tegaskan Belum Ada Rencana Lanjutkan Perundingan Damai dengan AS
"Banyak bom akan mulai meledak," kata Trump kepada PBS News, Senin 20 April 2026, waktu setempat, dikutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).
Sementara itu, Duta Besar AS untuk PBB, MIke Waltz, menyinggung soal peluang gencatan senjata selama dua pekan, yang akan selesai pada 22 April, diperpanjang.
Ia juga menjelaskan, bahwa negosiasi damai antara AS dan Iran akan dilakukan dalam 24 jam ke depan.
Perang yang dimulai sejak akhir Februari lalu, telah merugikan banyak pihak, terutama Iran. Bahkan, Iran kehilangan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada serangan pertama AS-Israel kepada pihak Teheran.
Posisi Ali Khamenei pun digantikan oleh putra keduanya, Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei.
Iran tidak tinggal diam saja dengan serangan AS-Israel. Pihak Teheran menyerang balik wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Baca juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Ini Negara yang Masih Boleh Melintas dan yang Dilarang
Perang antara AS-Israel dengan Iran membuat situasi di Timur Tengah makin panas, setelah sebelumnya sudah ada konflik lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara