INDOZONE.ID - Sebuah pesawat militer Kolombia mengalami kecelakaan tragis saat lepas landas pada Senin (23/3/2026), menewaskan 66 orang dengan empat lainnya masih dalam pencarian.
Pesawat jenis Lockheed Martin C-130 Hercules itu diketahui mengangkut total 128 orang, terdiri dari personel angkatan udara, tentara, serta anggota kepolisian.
Kepala angkatan bersenjata Kolombia, Hugo Alejandro Lopez, menyebut jumlah korban tewas meningkat signifikan dibanding laporan awal, sementara proses evakuasi dan pencarian masih terus berlangsung di lokasi kejadian.
Kecelakaan terjadi saat pesawat lepas landas dari wilayah Puerto Leguizamo, daerah perbatasan dengan Peru. Menteri Pertahanan Kolombia, Pedro Sanchez, menyampaikan insiden tersebut melalui pernyataan resmi.
Menurut laporan awal, pesawat diduga mengalami benturan di ujung landasan sebelum akhirnya kehilangan kendali. Salah satu sayap pesawat bahkan sempat menghantam pohon saat pesawat mulai jatuh.
Benturan tersebut memicu kebakaran hebat, bahkan disertai ledakan dari muatan tertentu di dalam pesawat.
Baca juga: Pesawat Pelita Air yang Jatuh di Kaltara Ditemukan, Pilotnya Dinyatakan Tewas
Warga setempat yang berada di lokasi terpencil menjadi pihak pertama yang melakukan penyelamatan. Sejumlah video memperlihatkan korban luka dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Tim militer kemudian tiba di lokasi, meski proses evakuasi terkendala akses yang sulit dijangkau.
Dari total korban selamat, sebanyak 57 orang telah dirawat di rumah sakit, dengan sekitar 30 orang dilaporkan dalam kondisi tidak serius.
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut menyoroti insiden ini dengan mengkritik hambatan birokrasi yang dinilai memperlambat modernisasi militer.
Ia menegaskan tidak akan mentoleransi penundaan yang dapat membahayakan nyawa prajurit.
Baca juga: Breaking News! Pesawat Smart Air Jatuh di Pantai Nabire, Tak Ada Korban Jiwa
“Tidak boleh ada lagi penundaan. Ini menyangkut nyawa generasi muda kita,” tegas Petro.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNA, Reuters