Tabrakan dua kereta cepat di Spanyol (ABC News)
INDOZONE.ID - Sebuah kecelakaan kereta terjadi di wilayah selatan Spanyol pada Minggu (18/01/2026). Setidaknya 40 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka.
Kereta yang melaju dari Malaga ke Madrid tersebut mengalami anjlok di dekat wilayah Adamuz, berpindah ke jalur sebelahnya dan menabrak kereta lain berasal dari Madrid ke Huelva.
Dikutip dari ABC News, sebanyak 81 orang yang terluka sudah diperbolehkan pulang, sedangkan 41 orang lainnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dari jumlah tersebut, ada 12 korban mendapatkan perawatan intensif.
Baca juga: Ancaman Donald Trump: Tak Dukung AS Klaim Greenland, Bisa Kena Tarif Impor Tambahan
Presiden Regional Andalusia, Juan Manuel Moreno, menyebut bahwa tim penyelamat bekerja dalam kondisi sulit saat ingin menjangkau gerbong-gerbong kereta. Totalnya ada sekitar 400 orang di kedua kereta tersebut.
Sementara itu, Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, mengatakan bahwa jumlah korban saat ini belum angka final. Penyebab pasti anjloknya kereta pun belum diketahui hingga saat ini.
“Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas upaya luar biasa tim penyelamat sepanjang malam, di tengah kondisi yang sangat sulit, serta menyampaikan belasungkawa saya kepada para korban dan keluarga mereka di saat-saat yang sangat menyakitkan ini,” tulisnya di sosial media.
Perusahaan yang mengoperasikan kereta tersebut, Iryo, mengungkapkan rasa penyesalan akibat tragedi ini. Perusahaan juga sudah mengaktifkan protokol darurat dan bekerja sama dengan otoritas terbaik untuk menangani situasi.
Baca juga: Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah, Total 168 Orang Tewas
Puente mengatakan, kereta cepat dari perusahaan Iryo masih relatif baru. Selain itu, ia mengatakan tabrakan kedua kereta ini berada di lintasan rel lurus yang baru rampung pada bulan Mei tahun lalu.
Oleh karena itu, ia menyebut kecelakaan yang terjadi sebagai kejadian sangat aneh dan sulit dijelaskan. Namun, Puente tetap berharap bahwa penyidikan bisa mengungkap yang sebenarnya terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ABC News