INDOZONE.ID - Polisi menahan tiga orang terkait kebakaran Kompleks Apartemen Wang Fuk di Hongkong.
Hasil investigasi awal menemukan fakta bahwa api menjalar di apartemen 31 lantai itu dengan tidak lazim.
Kebakaran yang terjadi begitu besar, hingga disebut sebagai kebakaran paling mematikan sejak Perang Dunia II.
Tiga orang yang ditahan yakni dua orang direktur dan seorang konsultan perusahaan konstruksi. Mereka diduga melakukan pembunuhan dengan tidak disengaja.
Baca juga: Washington DC Mencekam, Dua Prajurit National Guard Tertembak Dekat Gedung Putih
Saat kebakaran terjadi, sebagian tower apartemen tengah direnovasi. Pihak berwajib menduga material konstruksi yang digunakan tidak memenuhi standar keamanan.
Polisi menemukan papan isolasi yang terbuat dari polystyrene menutupi akses jendela menuju kompleks apartemen.
"Papan polystyrene sangat mudah terbakar dan api menyebar begitu cepat,” ujar Kepala Pemadam Kebakaran, Andy Yeung. Menurutnya, keberadaan papan polystyrene di sana tidak lumrah.
Polisi akan menginvestigasi apakah material tersebut berkontribusi dalam kebakaran besar yang melibatkan tujuh tower apartemen itu.
Otoritas perumahan kota akan memeriksa apakah material yang digunakan tahan api.
Baca juga: Kebakaran Apartemen di Hong Kong Renggut 44 Nyawa, Ratusan Masih Hilang
Polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Penyelidikan masih berlangsung.
Mereka juga akan menyelidiki mengapa evakuasi tidak dilakukan segera ketika api pertama kali menyebar dari gedung pertama yang menjadi sumber api ke gedung apartemen lain.
Sampai saat ini, 44 orang dinyatakan tewas akibat kebakaran tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: CNN