Banjir bandang di Texas, Amerika Serikat. (Patrick Keely/via REUTERS)
INDOZONE.ID - Banjir bandang yang melanda Texas, Amerika Serikat, pada Kamis malam hingga Jumat dini hari, menewaskan sedikitnya 67 orang dengan sebagian besar korban ditemukan di Kerr County.
Pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh lebih dari 400 petugas penyelamat.
Menurut laporan pejabat setempat, korban tewas terbanyak tercatat di Kerr County.
"Hingga pukul 9 pagi ini, kami mencatat 59 korban tewas di Kerr County," kata Sheriff Kerr County, Larry L. Leitha.
Dia juga mengonfirmasi bahwa sebanyak 38 korban tewas adalah orang dewasa dan 21 lainnya adalah anak-anak. Selain itu, 18 orang dewasa dan 4 anak-anak masih belum teridentifikasi.
Baca juga: Banjir Bandang Hantam Texas Tewaskan Sedikitnya 50 Orang Termasuk 15 Anak
Sebanyak 11 peserta kemah di Camp Mystic, perkemahan musim panas bagi anak perempuan, juga masih dinyatakan hilang bersama seorang pembina.
Petugas pencarian yang terdiri dari anjing pelacak K9 serta lebih dari 100 kendaraan darat, udara, dan air dikerahkan dalam operasi pencarian yang melibatkan lebih dari 400 petugas.
Wali Kota Kerrville, Dalton Rice, juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan drone pribadi, yang dapat mengganggu operasi penyelamatan dan membahayakan pesawat yang terlibat dalam upaya pencarian.
Kondisi rumah yang diterjang banjir bandang di Texas, Amerika Serikat. (REUTERS/Sergio Flores)
"Kami melihat drone pribadi terbang, ini membahayakan pesawat dan bisa mengganggu operasi penyelamatan," ungkap Rice.
Selain di Kerr County, terdapat laporan tambahan terkait korban jiwa dari beberapa wilayah lain di Texas. Empat korban ditemukan di Travis County, tiga di Burnet County, dan satu di Kendall County.
Baca juga: Korban Penembakan Sekolah Texas Lakukan Aksi Lawan pada Produsen Senjata di AS
Presiden AS Donald Trump turut menanggapi bencana ini dengan menandatangani deklarasi bencana besar untuk Kerr County pada Minggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Anadolu Agency, ANTARA