Senin, 22 JUNI 2026 • 10:00 WIB

Perjuangan Masyarakat Dataran Gayo, Swadaya Perbaiki Jembatan Enang-Enang Demi Kelancaran Akses Pascabencana

Author

Ilustrasi longsor. (ANTARA)

INDOZONE.ID - Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Dataran Tinggi Gayo. Setelah berbulan-bulan menghadapi dampak bencana banjir dan longsor yang merusak akses vital di kawasan Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Minggu (21/6/2026),

warga akhirnya bergerak secara swadaya memperbaiki jalan dan jembatan yang menjadi penghubung utama antara Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Kabupaten Bireuen.

Kerusakan yang terjadi sejak akhir tahun 2025 menyebabkan jalur tersebut lumpuh dalam waktu yang cukup lama. Jembatan mengalami kerusakan berat, sementara material longsor menimbun badan jalan sehingga aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas ekonomi warga terganggu secara signifikan.

Tidak ingin kondisi tersebut terus berlarut, masyarakat dari berbagai kampung di wilayah Dataran Gayo bergotong royong mengumpulkan dana, tenaga, dan dukungan alat berat untuk membuka kembali akses yang terputus.

Baca juga: DPD PPNI Bireuen: Donasi untuk Perawat Korban Banjir dan Longsor Bukti Solidaritas Profesi

Dengan semangat kebersamaan, warga membersihkan material longsor, memperkuat titik-titik jalan yang rusak, serta melakukan perbaikan darurat pada area jembatan agar dapat kembali dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat secara terbatas.

Bagi masyarakat setempat, jalur Enang-Enang bukan sekadar jalan penghubung biasa. Akses tersebut merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan kawasan pesisir dengan Dataran Tinggi Gayo.

Banyak petani, pedagang, dan warga yang menggantungkan aktivitas sehari-harinya pada kelancaran jalur tersebut.

Di tengah keterbatasan, mereka memilih bergerak dan mencari solusi agar roda perekonomian tetap berjalan serta akses menuju kebun, pasar, sekolah, dan layanan kesehatan tidak terhambat.

Perjuangan masyarakat Dataran Gayo memperbaiki Jembatan Enang-Enang menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Di tengah kondisi pascabencana, warga menunjukkan bahwa kebersamaan mampu membuka kembali jalan harapan bagi ribuan masyarakat yang bergantung pada akses tersebut.

Di tengah belum adanya perbaikan Jalan Lintas Enang-Enang, sosok Syahrial muncul sebagai penggerak utama dalam upaya membuka kembali akses Jalan Lintas Enang-Enang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Melihat kondisi tersebut, Syahrial bersama masyarakat setempat mengambil inisiatif untuk membuka kembali akses jalan secara swadaya.

Dengan menggalang donasi dan dukungan penuh dari warga, donatur, serta berbagai elemen masyarakat, proses pembersihan material longsor dan pembukaan jalur kembali dilakukan menggunakan alat berat yang disewa secara gotong royong.

Banyak pihak menilai tindakannya menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan warga yang selama berbulan-bulan harus menghadapi kesulitan mobilitas akibat terputusnya akses utama tersebut.

Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Banjir Bandang Terjang Bener Meriah, Aceh

Bahkan, dukungan donasi terus mengalir dari berbagai kalangan untuk membantu percepatan pembukaan Jalan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, yang menghubungkan ke Kabupaten Aceh Dalam dan Gayo Lues.

Dengan terbukanya kembali akses tersebut, aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian diharapkan kembali berjalan lebih lancar.

Di tengah keterbatasan dan minimnya perhatian terhadap kondisi jalan tersebut, Syahrial dinilai telah menunjukkan semangat gotong royong dan kepemimpinan masyarakat. Upaya yang ia lakukan bersama warga menjadi simbol bahwa kepedulian dan kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai persoalan daerah.

Masyarakat kini berharap langkah swadaya yang telah dilakukan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah agar pembangunan permanen Jalan dan Jembatan Enang-Enang segera direalisasikan demi mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU