Senin, 15 JUNI 2026 • 14:24 WIB

Apa Sebutan Tentara Wanita di Indonesia? Kenali Kowad, Kowal, dan Wara

Author

Ilustrasi tentara wanita Indonesia. (Freepik/ffatina)

INDOZONE.ID - Tentara wanita disebut dengan apa? Pertanyaan ini sering muncul di ruang diskusi masyarakat. Masih banyak yang menganggap seluruh prajurit wanita di Indonesia memiliki sebutan yang sama.

Padahal, masing-masing matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) punya sebutan resmi yang berbeda untuk prajurit wanitanya.

Biar nggak bingung, artikel ini akan menjelaskan sebutan untuk tentara wanita berdasarkan matra TNI yakni Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).

Baca juga: 4 TNI Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Divonis Penjara, 2 Berujung Pemecatan

Apa Sebutan untuk Tentara Wanita?

Di Indonesia, tentara wanita terbagi dalam tiga korps utama sesuai dengan matra tempat mereka bertugas, yakni:

  • Kowad: Korps Wanita Angkatan Darat (TNI AD)
  • Kowal: Korps Wanita Angkatan Laut (TNI AL)
  • Wara: Wanita Angkatan Udara (TNI AU) 

Pemberian ketiga nama ini tak sembarangan, melainkan bagian dari sejarah panjang keterlibatan perempuan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.

Meski berbeda sebutan, ketiganya punya posisi dan tanggung jawab yang sama sebagai prajurit TNI yang menjalankan tugas negara.

Apa itu Kowad, Kowal, Wara dan Sejarahnya

Kowad

Sesuai namanya, Kowad adalah Korps Wanita Angkatan Darat yang bertugas di lingkungan TNI Angkatan Darat (AD).

Kowad dibentuk pada tahun 21 Desember 1960. Tujuan dibentuknya Kowad karena saat itu kebutuhan akan tenaga wanita dalam mengurusi bidang tertentu seperti administrasi, logistik, dan kedokteran militer.

Dasar hukum pembentukan Kowad tertuang melalui Surat Keputusan Kasad No. KPTS-1050/12/1960. Meski disahkan 21 Desember 1960, namun Hari Jadi Kowad diperingati setiap tanggal 22 Desember, bertepatan dengan Hari Ibu.

Beberapa tugas dan peran Kowad:

  • Mendukung operasi militer dan nonmiliter.
  • Menjalankan tugas administrasi dan manajemen pertahanan.
  • Mengikuti misi perdamaian dunia.
  • Membantu penanganan bencana dan kegiatan kemanusiaan.
  • Menjadi bagian dari satuan pendidikan dan pembinaan personel.

Kowal

Kowal merupakan singkatan dari Korps Wanita Angkatan Laut, prajurit perempuan di lingkungan TNI Angkatan Laut.

Sejarah pembentukan Kowal hampir sama dengan Kowad, di mana TNI AL merasa perlu melibatkan perempuan dalam urusan administratif dan teknis guna memaksimalkan personil pria di garis depan.

Untuk itu, Menteri/Panglima Angkatan Laut Laksamana Madya R.E. Martadinata meresmikan Kowal pada 5 Januari 1963 melalui Surat Keputusan No. 5401.12.

Tugas dan peran Kowal:

  • Mendukung operasi pertahanan laut.
  • Menjalankan fungsi administrasi dan manajemen organisasi.
  • Bertugas di bidang kesehatan dan pendidikan.
  • Mengikuti operasi kemanusiaan dan misi internasional.
  • Mendukung diplomasi pertahanan maritim Indonesia.

Wara

Wara adalah singkatan dari Wanita Angkatan Udara, yaitu prajurit perempuan yang mengabdi di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Wara resmi dibentuk pada 12 Agustus 1963 berdasarkan Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Nomor 42 Tahun 1963.

Pembentukan Wara dipicu akan kebutuhan tenaga wanita di bidang komunikasi, meteorologi, administrasi, hingga pemeliharaan pesawat.

Sebanyak 30 orang wanita terpilih menjadi angkatan pertama Wara (Wara I) dan menjalani pendidikan militer di Kaliurang, Yogyakarta.

Tugas dan Peran Wara:

  • Mendukung operasi pertahanan udara nasional.
  • Menjalankan fungsi administrasi dan perencanaan.
  • Bertugas dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
  • Berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan.
  • Mendukung pengembangan teknologi dan sistem pertahanan udara.

Kontribusi Tentara Wanita bagi Indonesia

Keberadaan tentara wanita telah memberikan kontribusi besar bagi pertahanan negara. Tidak hanya menjalankan tugas administratif, mereka juga terlibat langsung dalam berbagai operasi militer, misi perdamaian dunia, penanggulangan bencana, hingga kegiatan kemanusiaan.

Banyak prajurit perempuan Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa melalui profesionalisme dan dedikasinya. Mereka menunjukkan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara dalam mendukung tugas-tugas pertahanan negara.

Tantangan untuk Tentara Wanita

Meski banyak mencetak prestasi membanggakan, tentara wanita di lingkungan TNI juga tidak lepas dari sejumlah tantangan. Salah satunya adalah anggapan bahwa dunia militer masih identik dengan laki-laki. 

Masih banyak pihak yang meragukan kemampuan perempuan dalam menjalankan tugas-tugas di bidang militer. Namun, seiring waktu, para prajurit wanita terus menunjukkan dedikasi dan profesionalisme mereka.

Baca juga: Israel Cemas jika Tentara Indonesia Masuk ke Jalur Gaza

Melalui berbagai penugasan, termasuk dalam kondisi yang berat dan penuh risiko, mereka membuktikan bahwa kemampuan, keberanian, dan pengabdian tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh kompetensi dan semangat menjalankan tugas negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemhan RI, TNI AU

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU