INDOZONE.ID - Setelah sebulan lebih berperang, Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama mengklaim kemenangan setelah kedua negara bersama Israel menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
AS merasa menang karena berhasil membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer, serta melemahkan kekuatan militer Iran.
Sementara di sisi lain, Iran mengklaim kemenangan setelah memaksa AS menerima rencana 10 poin yang ditawarkan sebagai persyaratan gencatan senjata.
Baca juga: Peringatan untuk Iran, Donald Trump Klaim AS Perkuat Persenjataan Selama Gencatan Senjata
Lalu kenapa AS dan Iran saling klaim kemenangan? Bukankah dalam perang hanya ada pihak yang kalah dan menang? Apa faktor yang bikin kedua negara ini merasa percaya diri?
Dalam artikel ini, Indozone akan menganalisa hal yang membuat AS dan Iran saling klaim kemenangan atas konflik yang terjadi.
AS Vs Iran: Siapa Sebenarnya yang Menang?
Dalam perang modern, kemenangan atas perang tak melulu soal kekuatan militer atau keberhasilan menguasai wilayah musuh. Ada sejumlah faktor yang jadi landasan sebuah negara memenangkan perang.
Kemenangan bisa diartikan dengan menguasai opini publik, menjaga stabilitas politik domestik hingga mengirim sinyal kekuatan ke sekutu dan lawan
Faktor-faktor ini bisa membuat klaim kemenangan jadi bagian penting dari strategi perang.
Alasan AS Klaim Kemenangan
Sebagai negara dengan anggaran militer terbesar di dunia, AS harus membuktikan bahwa investasinya di bidang teknologi pertahanan negara bukan omon-omon di atas kertas.
Tapi harus sesuai dengan fakta di lapangan, bahwa teknologi militernya jauh lebih unggul dari lawan. Ini penting bagi AS demi menjaga kepercayaan sekutu.
Selain itu, klaim kemenangan ini akan menenangkan sekutu global AS khususnya di wilayah Timur Tengah dan Indo-Pasifik. Dengan klaim ini menunjukkan bahwa AS masih superior dibanding lawannya.
Di dalam negeri, pemerintah AS juga perlu menunjukkan bahwa operasi militer yang menghabiskan dana miliaran dolar berhasil. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan warganya.
Alasan Iran Klaim Kemenangan
Tak hanya AS, Iran juga mengklaim telah memenangkan peperangan. Ini dilakukan demi menjaga wibawa pemerintahannya meski secara militer mereka kalah.
Iran juga perlu menunjukkan kapasitas deterrence (daya tangkal), semacam pesan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu membalas serangan. Hal ini diyakini membuat musuh berpikir dua kali untuk menyerang Iran.
Dengan mengklaim kemenangan tanpa memperluas konflik, Iran bisa menghindari eskalasi yang lebih besar.
Kenapa AS dan Iran Sama-Sama Merasa Menang?
Dalam perang modern, tidak ada kemenangan mutlak. Hanya ada kemenangan relatif dan naratif, tergantung dari persepsi negara yang berperang.
Baca juga: Presiden AS Donald Trump Ancam Iran: Banyak Bom Meledak jika Gencatan Senjata Berakhir
Kedua negara bisa mengklaim kemenangan selama masih bisa meyakinkan rakyatnya, menjaga stabilitas politik dalam negeri dan mengirim sinyal kekuatan ke dunia luar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Aljazeera, Korean Times