Perbedaan Pasukan Elite Amerika Serikat: Navy SEALs, Green Berets, Delta Force, dan Rangers
INDOZONE.ID - Amerika Serikat (AS) merupakan negara dengan kekuatan militer nomor 1 dunia. Sebagai negara yang memegang predikat tersebut, AS memiliki sejumlah pasukan elite dengan kemampuan luar biasa.
Meski sama-sama pasukan elite, namun tak semua unit memiliki kemampuan dan tugas yang sama. Tiap unit masing-masing memiliki spesialisasi, doktrin operasi, dan peran yang sangat berbeda.
Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaaan pasukan elite AS di antaranya Navy SEALs, Green Berets, Delta Force, dan Army Rangers. Simak yuk!
Baca juga: Catatan Pasukan Elite AS, Pelaku Ledakan Tesla Cybertruck: Amerika Menuju Kehancuran
Perbedaan Pasukan Elite AS
1. Navy SEALs
Pasukan elite ini berada di bawah komando Angkatan Laut AS (US Navy). Nama SEAL sendiri berasal dari SEa, Air, and Land (Laut, Udara, dan Darat), yang mewakili keahlian mereka beroperasi di segala medan.
Spesialisasi Utama Navy SEALs terletak pada operasi senyap maritim, pengintaian khusus, penyerangan langsung (direct action), dan kontra-terorisme.
AS membentuk Navy SEALs untuk menyusup ke wilayah musuh melalui jalur air (seperti kapal selam atau terjun payung ke lautan), melakukan sabotase atau melumpuhkan target.
Setelah menyelesaikan tugasnya, Navy SEALs pergi tanpa meninggalkan jejak sebelum musuh menyadari keberadaan mereka.
Ciri khas Navy SEALs adalah kemampuan bertempur jarak dekat, khususnya pertempuran air. Salah satu faksi paling terkenal dari SEALs adalah SEAL Team Six (DEVGRU), yang mengeksekusi operasi penyerbuan Osama bin Laden.
2. Green Berets (US Army Special Forces)
Pasukan Special Forces Angkatan Darat AS atau lebih dikenal Green Berets pertama kali dibentuk pada tahun 1950-an.
Meski memiliki beragam kemampuan tempur, keahlian utama mereka terletak pada merekrut, mengorganisasi, dan melatih pasukan lokal, serta mendampingi atau memimpin mereka dalam operasi militer yang mendukung kepentingan Amerika Serikat.
Prajurit Green Berets biasanya datang dari latar belakang berbeda, mulai dari tentara reguler seperti militer Afghanistan atau Irak, milisi suku, hingga kelompok perlawanan bawah tanah.
Berbeda dengan unit militer konvensional yang bergantung pada dukungan logistik seperti transportasi, medis, dan suplai, Green Berets dilatih untuk mampu beroperasi secara mandiri dalam waktu lama. Kemampuan ini membuat mereka dijuluki “Snake Eaters.”
Selain itu, pelatihan mereka juga menekankan pemahaman budaya lokal, bahasa, serta cara berkomunikasi masyarakat setempat. Karena itu, mereka sering disebut sebagai pasukan khusus yang mengandalkan kecerdasan strategi, bukan sekadar kekuatan fisik.
Secara struktur, Green Berets terbagi dalam lima grup aktif dan dua grup National Guard yang masing-masing bertanggung jawab pada wilayah operasi tertentu. Unit dasar mereka adalah tim beranggotakan 12 orang yang dikenal sebagai “A-Team”, dipimpin oleh seorang kapten. Setiap batalion terdiri dari beberapa kompi, dan setiap kompi memiliki sejumlah A-Team.
3. Delta Force: Pasukan Paling Rahasia dan Selektif
Delta Force (1st Special Forces Operational Detachment-Delta) adalah unit misi khusus "Tier 1" yang berada di bawah komando rahasia militer AS (JSOC). Unit ini didirikan pada tahun 1977 dan dikenal sebagai salah satu unit paling elite sekaligus paling tertutup di militer AS.
Fokus utama Delta Force adalah operasi langsung (direct action) dalam misi kontra-terorisme, seperti penyelamatan sandera, penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi, serta perlindungan tokoh penting.
Para anggota Delta Force menjalani pelatihan intensif yang mencakup berbagai kemampuan, seperti menembak tingkat tinggi (marksmanship), spionase, mengemudi taktis, penggunaan bahan peledak, hingga teknik infiltrasi.
Jumlah personel Delta Force diperkirakan sekitar 1.000 orang. Unit ini memiliki empat skuadron operasional yang dikenal sebagai “Saber Squadrons”, masing-masing terdiri dari tim serbu dan tim pengintaian.
Selain itu, terdapat unit pendukung seperti:
- E Squadron, yang mengoperasikan pesawat ringan dan helikopter untuk misi intelijen
- G Squadron, yang bertugas dalam operasi pengintaian lanjutan
- Combat Support Squadron, yang berisi spesialis teknis seperti ahli bahan peledak dan intelijen sinyal
4. Army Rangers: Pasukan Pendobrak Serangan Cepat
Army Rangers berbeda dengan ketiga unit sebelumnya. Unit ini beroperasi dalam skala yang jauh lebih banyak. Mereka adalah pasukan infanteri ringan elite andalan Angkatan Darat AS.
Spesialisasi Army Rangers adalah serangan udara (airborne assaults), penyerbuan lapangan terbang musuh, dan pertempuran frontal skala besar namun dalam waktu singkat.
Dalam sebuah operasi, unit ini adalah pasukan yang berada di garis depan atau biasa disebut "pasukan pendobrak pintu". Mereka diturunkan dalam jumlah banyak (biasanya ratusan) lewat pesawat hercules atau helikopter di jantung pertahanan musuh.
Ciri khas unit ini adalah kecepatan, agresif, mobilitas tinggi dan sering diturunkan dalam pertempuran frontal. Rangers sering menjadi pasukan pertama yang masuk ke zona konflik untuk membuka jalan bagi pasukan utama.
Baca juga: Indonesia Dorong PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Itulah perbedaan empat pasukan elite Amerika Serikat yang terkenal di dunia. Selain keempat itu, AS juga punya pasukan elite lainnya yang sangat disegani seperti 160th Special Operations Aviation Regiment (Night Stalkers) yang ahli infiltrasi udara, Air Force Pararescue (PJs) yang spesialis penyelamatan tempur, MARSOC (Marine Raider) dari Marinir, serta FAST (Fleet Anti-Terrorism Security Team) dari AL.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: U.S Department Of War, National Interest