INDOZONE.ID - Serangan militer yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran global akan risiko terjadinya Perang Dunia III.
Sampai saat ini, ketegangan di Timur Tengah terus meningkat seiring serangan balasan Iran terhadap fasilitas militer AS dan Israel.
Selain konflik AS-Israel vs Iran, perang juga terus terjadi di berbagai belahan dunia, seperti Pakistan Vs Afghanistan, Rusia Vs Ukraina yang sudah berlangsung empat tahun dan Myanmar Vs Thailand yang kini gencatan senjata.
Jika Perang Dunia III benar-benar pecah, bukan berarti seluruh wilayah di dunia akan terdampak sama parahnya. Ada beberapa kawasan atau negara yang dinilai lebih aman dan terhindar dari dampak terburuk konflik global, termasuk perang nuklir.
Baca juga: Ketegangan AS-Iran Meningkat, Trump Khawatir Pemimpin Baru Lebih Buruk
Artikel ini akan membahas daftar negara atau kawasan paling aman untuk berlindung jika Perang Dunia III terjadi. Simak ulasannya!
1. Antartika
Di urutan pertama ada Antartika, benua yang berada di titik paling selatan Bumi. Antartika dianggap sebagai salah satu tempat paling aman jika perang nuklir terjadi.
Alasan utamanya karena benua ini berada sangat jauh dari negara-negara yang memiliki senjata nuklir. Selain itu, secara geografis Antartika terisolasi dan tidak memiliki kepentingan militer strategis yang besar.
Antartika memiliki luas wilayah lebih dari 14 juta kilometer persegi, menjadikannya tempat yang cocok bagi orang-orang yang ingin mencari perlindungan.
Meski tempat ini paling aman, namun ada tantangan alam yang harus dihadapi. Iklim yang sangat dingin, suhu yang membeku, serta kondisi lingkungan yang ekstrem bisa menjadi hambatan serius bagi umat manusia yang mencoba berlindung di sana.
2. Islandia
Islandia selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling damai di dunia. Negara ini secara konsisten menempati peringkat atas dalam Indeks Perdamaian Global dan tidak pernah terlibat dalam perang besar atau invasi berskala penuh.
Secara politik, pemerintah Islandia memang menandatangani perjanjian bilateral dengan Ukraina. Namun dukungannya terbatas pada bantuan pendanaan dan sedikit dukungan transportasi, bukan keterlibatan militer langsung.
Letaknya yang berupa pulau terpencil di kawasan Atlantik Utara membuat Islandia relatif terisolasi dari konflik daratan Eropa. Jika terjadi perang konvensional di Eropa, dampaknya kemungkinan tidak akan langsung terasa di sana.
Meski begitu, jika perang nuklir terjadi, Islandia tetap terkena paparan radiasi namun dalam porsi kecil. Artinya, meski relatif aman, negara ini tetap tidak sepenuhnya kebal dari efek konflik global.
3. Selandia Baru
Negara teraman dari PD III selanjutnya adalah Selandia Baru. Negara ini menempati peringkat kedua dalam Indeks Perdamaian Global dan selama ini dikenal mengambil sikap netral dalam sebagian besar konflik internasional.
Secara geografis, Selandia Baru memiliki banyak pegunungan yang memberikan perlindungan alam untuk penduduknya.
Meski Selandia Baru memberikan dukungan finansial kepada militer Ukraina, namun negara ini masih aman dari konflik negara-negara Barat vs Rusia.
Letaknya yang terpencil di Pasifik Selatan menjadi salah satu faktor utama yang membuat negara ini relatif aman.
4. Swiss
Swiss merupakan negara di benua Eropa yang memilih bersikap netral dalam kisruh politik global. Bahkan Swiss tetap empertahankan netralitasnya selama Perang Dunia II.
Secara geografis, Swiss juga cukup terlindungi karena banyak pegunungan. Negara ini juga tidak memiliki akses laut (landlocked), serta dilengkapi ratusan ribu bunker yang dibangun untuk perlindungan warganya.
Dalam konteks perang Rusia–Ukraina, netralitas Swiss dituding menguntungkan Rusia karena tidak memberikan bantuan ke Ukraina. Dengan posisi tersebut, Presiden Rusia, Vladimir Putin, dinilai kecil kemungkinan menganggap Swiss sebagai musuh.
Selain itu, pemerintah Swiss juga membuat kebijakan memblokir pengiriman senjata dan amunisi buatan Swiss yang sebelumnya dibeli oleh sejumlah negara Eropa lain, sehingga tidak bisa diteruskan ke Ukraina.
5. Indonesia
Di tengah konflik global yang semakin memanas, Indonesia kerap disebut sebagai salah satu negara yang aman jika Perang Dunia III pecah.
Pernyataan itu bukan sekadar klaim semata, namun dipengaruhi sejumlah faktor mulai dari politik luar negeri yang bebas-aktif hingga ketahanan sumber daya alam yang melimpah.
Indonesia menganut politik luar negeri bebas aktif sejak awal kemerdekaan hingga saat ini. Bebas maksudnya tidak memihak pada blok kekuatan tertentu, baik blok Barat maupun Timur.
Sementara aktif maksudnya, Indonesia tetap berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.
Secara geografis, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Pasokan batu bara, nikel, minyak dan gas bumi yang melimpah mampu menjaga stabilitas nasional jika distribusi global terganggu akibat perang.
Di sektor pangan, Indonesia memiliki tanah yang subur dan air bersih melimpah. Indonesia mampu memproduksi beras, jagung, dan komoditas pangan lainnya jika pasok global terganggu.
6. Tuvalu
Tuvalu terletak di Samudra Pasifik, tepatnya di antara Hawaii dan Australia. Negara kepulauan kecil ini dihuni sekitar 11.000 penduduk saja.
Dari sisi infrastruktur, Tuvalu tergolong terbatas dan belum berkembang pesat. Sumber daya alamnya pun relatif minim.
Keterbatasan inilah yang membuat Tuvalu dianggap bukan target yang menarik bagi negara adidaya manapun.
Tidak banyak kepentingan strategis, ekonomi, maupun militer yang bisa diperebutkan di sana, sehingga kemungkinan menjadi sasaran serangan dinilai sangat kecil.
7. Argentina
Meski pernah terlibat dalam Perang Falklands pada tahun 1982, Argentina dinilai sebagai salah satu negara teraman dan mampu bertahan dari krisis kelaparan imbas perang nuklir.
Negara di Amerika Selatan ini dilaporkan memiliki produksi pertanian yang melimpah. Ketersediaan hasil panen dalam jumlah besar diyakini dapat menjadi cadangan pangan yang signifikan, bahkan dalam skenario terburuk sekalipun.
Jika partikel nuklir sampai menghalangi sinar matahari dan memicu krisis pangan global, stok hasil bumi Argentina disebut-sebut masih cukup untuk menopang kebutuhan dalam negeri untuk jangka waktu tertentu.
Baca juga: Netanyahu: Perang Lawan Iran Tak Akan Berlangsung Bertahun-Tahun
8. Greenland
Greenland dikenal sebagai pulau terbesar di dunia dan merupakan wilayah otonom milik Denmark. Karena lokasinya yang terpencil di kawasan Arktik, wilayah ini dinilai sangat kecil kemungkinannya menjadi target utama kekuatan besar dunia dalam konflik global.
Selain faktor geografis yang jauh dari pusat-pusat ketegangan politik dunia, Greenland juga memiliki posisi politik yang relatif netral. Ditambah lagi, jumlah penduduknya sangat sedikit hanya sekitar 56.000 jiwa.
Wilayah yang terisolasi, penduduk yang sedikit dan minim kepentingan militer membuat Greenland tidak masuk daftar target skenario konflik besar antarnegara adidaya.
Itulah daftar negara atau wilayah yang paling aman jika Perang Dunia III terjadi. Semoga membantu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Mirror US, Metro UK