Selasa, 13 JANUARI 2026 • 10:05 WIB

Mengintip Sejauh Mana Perkembangan Pembangunan Masjid dan Gereja di IKN

Author

Progres pembangunan fasilitas rumah ibadah di Ibu Kota Nusantara (IKN) (kemenag.go.id). 

INDOZONE.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau perkembangan pembangunan rumah ibadah yang diproyeksikan menjadi simbol toleransi dan persatuan bangsa, Minggu (11/1/2026).

Ia mengaskan komitmen pemerintah dalam menghadirkan sarana ibadah yang tidak hanya megah secara fisik, tetapi juga sarat makna kebhinekaan. 

Nasaruddin menekankan bahwa kawasan rumah ibadah di IKN dirancang sebagai pusat spiritual nasional yang inklusif.

Saat ini, pembangunan difokuskan pada Masjid Negara dan Gereja Basilika. 

Kedua bangunan tersebut menjadi tahap awal dari rencana besar pembangunan kompleks rumah ibadah lintas agama dalam satu kawasan yang saling berdekatan.

Baca juga: Kapolda-Pangdam Datangi Pengungsi Banjir di Jakut, Pastikan Pelayanan Optimal

"Saat ini Masjid Negara dan Basilika sedang berproses. Ke depannya, seluruh rumah ibadah lintas agama mulai dari Gereja Kristen, Vihara, Kuil, hingga Pura besar akan dibangun dalam satu kawasan yang berdekatan," ujar Menag.

Kehadiran rumah ibadah dari berbagai agama dalam satu kawasan diharapkan mampu memperkuat dialog, saling pengertian, serta keharmonisan sosial.

Kepala Petugas Konstruksi, Evry, menjelaskan bahwa sejak awal perencanaan, seluruh rumah ibadah dirancang untuk berdampingan secara selaras. 

Evry menyebut pembangunan tidak berhenti pada dua bangunan utama saja.

"Tahap awal memang dua bangunan ini, namun rencana besar mencakup Klenteng besar, Vihara, dan Pura yang semuanya terintegrasi," tambahnya.

Baca juga: Bantu Petani Korban Banjir, Relawan Pemuda Gayo Borong Durian Warga untuk Dibagikan Gratis ke Pengungsi

Masjid Negara kini telah memasuki tahap akhir dengan progres pembangunan mencapai sekitar 90 persen. 

Masjid ini dirancang menampung hingga 60.000 jemaah, sekaligus menjadi landmark religius di IKN.

Ciri khas Masjid Negara terlihat pada menara setinggi 99 meter yang melambangkan 99 Asmaul Husna. 

Simbol ini merefleksikan nilai ketauhidan dan menjadi identitas spiritual yang kuat bagi umat Islam.

Sementara itu, Gereja Basilika juga dibangun dengan konsep arsitektur simbolik. 

Baca juga: 200 Becak Listrik Bantuan Prabowo Tiba di Banyuwangi, Siap Disitribusikan

Jika dilihat dari atas, bangunan gereja ini membentuk simbol salib yang menjadi representasi iman Kristiani.

Gereja Basilika memiliki kapasitas sekitar 1.600 umat dan dilengkapi fasilitas pendukung seperti Wisma Uskup, Jalan Salib, Taman Goa Maria, serta Gedung Kolaborasi Lintas Agama yang berfungsi sebagai ruang interaksi antarumat.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberikan sejumlah catatan teknis. 

Penambahan ornamen dinding dan pengaturan tata cahaya dinilai penting untuk memperkuat kesan sakral dan kenyamanan beribadah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap pembangunan rumah ibadah di IKN dapat segera diselesaikan agar dapat digunakan menjelang Ramadan dan mendukung kehidupan spiritual masyarakat di ibu kota baru.

Baca juga: Presiden Prabowo Bakal Buka Kampus Kedokteran Gratis, Seluruh Biaya Ditanggung Negara

"Kami berharap pembangunan ini berjalan lancar dan segera selesai. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadan. Harapannya, jika sudah rampung, masyarakat bisa langsung memanfaatkannya untuk beribadah dan memperkuat ukhuwah di lingkungan IKN," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemenag.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU