Rabu, 24 DESEMBER 2025 • 13:24 WIB

BNPB: Petugas Bersama TNI dan Polri Kerja 20 Jam per Hari untuk Pulihkan Sumatra

Author

Upaya pembersihan yang dilakukan oleh tim gabungan Kemenhut, TNI, BNPB dan masyarakat di Aceh Tamiang, Aceh. (ANTARA/HO-Kemenhut)

INDOZONE.ID - Proses pemulihan daerah terdampak bencana di Sumatra, tepatnya Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), terus digenjot. Bahkan, petugas gabungan bersama TNI dan Polri bekerja hingga 20 jam per hari untuk memulihkan daerah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menyebut para personel dan berbagai alat dikerahkan untuk membersihkan wilayah terdampak.

Foto udara kayu gelondongan yang terbawa arus banjir mengepung rumah warga di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Jumat (5/12/2025). (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

“Pembersihan wilayah terdampak terus dilakukan, termasuk di Aceh Tamiang, dengan mengerahkan personel dan alat secara maksimal,” kata Abdul melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, dikutip dari ANTARA, Rabu (24/12/2025).

Abdul menjelaskan, para petugas bekerja selama 18 hingga 20 jam di beberapa wilayah terdampak bencana, demi mempercepat proses pemulihan.

Baca juga: Huntara dan Huntap Dikebut, Warga Sumatra Mulai Bangkit Pascabencana

“Di beberapa titik, personel TNI dan Polri bekerja hingga 18–20 jam per hari untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pada wilayah-wilayah yang jumlah pengungsinya masih tinggi, seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, BNPB memperkuat dukungan pemulihan.

Oleh sebab itu, BNPB menambah tenda pengungsian dan mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak bencana di wilayah-wilayah tersebut.

Salah satu infrastruktur yang berusaha dipulihkan secepatnya, adalah akses darat di Aceh. Sebab, pemulihan akses darat akan mempermudah arus orang dan kendaraan, yang mengangkut bantuan logistik, alat berat, maupun barang-barang lainnya.

Akses darat yang berfungsi normal, akan mempercepat proses pemulihan di seluruh wilayah terdampak bencana.

Kamu harus tahu, sejumlah jembatan di jalur penghubung Bireuen–Bener Meriah telah kembali fungsional, sedangkan beberapa wilayah di Aceh Tengah dan Bener Meriah masih menghadapi keterbatasan akses kendaraan roda empat.

Baca juga: Mendagri Minta Maaf Atas Pernyataannya yang Terkesan Meremehkan Bantuan dari Malaysia untuk Sumatra

“Beberapa ruas jalan sudah dapat dilewati kendaraan roda dua, namun belum optimal. Pemerintah akan terus mengupayakan agar sebelum akhir Desember jalur tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat,” jelas Abdul.

Selain memperbaiki jalan yang ada, pemerintah juga membangun jalan alternatif lintas barat, dari Nagan Raya ke Aceh Tengah. Progres pembangunan Jembatan Kureng Betong telah mencapai 70 persen.

“Apabila dapat diselesaikan pada akhir pekan ini, maka akses menuju Aceh Tengah dari jalur timur dapat terbuka,” jelasnya.

Sekarang, pemerintah dan pihak-pihak terkait berupaya keras memulihkan Aceh, Sumut, dan Sumbar, sehingga masyarakat terdampak bencana bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU