Minggu, 30 NOVEMBER 2025 • 13:29 WIB

Update Tragedi Bencana Aceh, Sumut, Sumbar: Ratusan Orang Masih Hilang, Banyak Akses Terputus

Author

Warga mencuci pakaian di sungai pascabanjir bandang di Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). (Antara Foto/Yudi Manar)

INDOZONE.ID - Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) membuat jumlah korban tewas dan ratusan otang lainnya masih hilang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan fokus utama saat ini adalah pencarian korban, penyaluran bantuan, dan pembukaan akses yang tertutup longsor.

Di Sumatera Utara, dampaknya paling parah. Tiga daerah, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga, menjadi titik paling terdampak.

“Sumatera Utara sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Dalam satu hari ini bertambah 60 korban jiwa berkat operasi pencarian dan pertolongan oleh tim gabungan. Kemudian ada 103 jiwa yang masih hilang,” ujar Kepala BNPB Suharyanto dalam pernyataannya yang dikutip Minggu (40/11/2035).

Akses Lumpuh

Ribuan warga terpaksa mencari tempat aman karena rumah rusak dan banyak wilayah terisolir. Jalur nasional Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung putus total. Beberapa jembatan ikut terputus, termasuk Jembatan Pandan.

Di Mandailing Natal, tujuh wilayah terisolir karena jalan provinsi tertutup. Sejumlah desa hanya bisa dijangkau alat berat atau penerbangan logistik.

Baca juga: Update Terbaru Banjir-Longsor di 3 Provinsi: Korban Jiwa Jadi 303 Orang!

Logistik Melalui Udara Jadi Andalan

Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan lima helikopter yang stand by di Bandara Silangit. Distribusi bantuan dilakukan melalui udara karena akses darat belum stabil.

“Seperti Sibolga, sampai hari ketiga belum bisa kita tembus lewat darat, tapi sudah bisa didistribusikan logistik lewat udara,” kata Suharyanto.

Heli TNI AD Bell 412EPI, MI-17V5, hingga helikopter swasta ikut dikerahkan. Pesawat Cessna Caravan juga dipakai untuk angkut logistik dan personel.

Kondisi Aceh: 47 Meninggal, 51 Hilang

Dua hari setelah status tanggap darurat ditetapkan, Aceh mencatat 47 korban meninggal, 51 hilang, dan delapan luka-luka.

Bangkai gajah ditemukan di daerah terdampak banjir Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (ANTARA/FB Anggoro)

Pengungsi melonjak hingga 48.887 kepala keluarga, terutama di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil.

“Untuk wilayah Aceh ada 47, kemudian 51 masih hilang dan 8 luka-luka. Ini akan berkembang terus datanya,” ujar Suharyanto.

Akses Aceh Terputus di Banyak Titik

Jalur Banda Aceh–Lhokseumawe dan jalur Aceh–Sumut di Aceh Tamiang menjadi titik kritis. Gayo Lues, Aceh Tengah, hingga Bener Meriah belum bisa ditembus lewat darat.

BNPB memasang komunikasi satelit Starlink di daerah terisolir. Bantuan udara menggunakan helikopter dan pesawat ringan terus dilakukan untuk menjangkau desa-desa terpencil.

Sumbar: 90 Meninggal, Ratusan Luka dan Hilang

Di Sumatera Barat, dua hari pascapenetapan tanggap darurat, tercatat 90 korban meninggal dunia, 85 hilang, dan 10 luka-luka. Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban terbanyak.

Sebanyak 11.820 kepala keluarga, hampir 78 ribu jiwa, mengungsi, terutama di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

Foto udara kondisi permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). (Antara Foto/Wahdi Septiawan.)

Banyak jalan nasional putus dan jembatan rusak, sehingga distribusi bantuan butuh pengawalan polisi.

Distribusi Bantuan

Logistik dari Padang Pariaman dan Pesisir Selatan sudah masuk ke wilayah terdampak. Delapan titik tambahan sedang dalam proses pengiriman.

BNPB menurunkan 24 personel untuk mempercepat penanganan. Bantuan dari Presiden berupa tenda, genset, alat komunikasi, LCR, hingga makanan siap saji telah tiba di Bandara Minangkabau. 

Helikopter Bell 505 dan pesawat Caravan dikerahkan untuk menjangkau daerah tak bisa ditembus darat.

Upaya Terpadu di Lapangan

BNPB memastikan seluruh strategi penanganan darurat berjalan paralel. Percepatan pembukaan akses, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan ribuan warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BNPB

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU