Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 12:41 WIB

7 Korban Kapal Surya Bahari Rawasaban yang Tenggelam Ditemukan Selamat, Satu Masih Dicari

Author

Tim SAR gabungan melakukan pencarian kapal hilang di perairan Pulau Bokor,Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. (ANTARA/BPBD Jakarta)

INDOZONE.ID - Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari mengatakan tujuh dari delapan korban kecelakaan kapal Surya Bahari Rawasaban, yang tenggelam di perairan antara Pulau Bokor dan Pulau Dapur, Kelurahan Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, pada Selasa (7/10/2025) dini hari, telah ditemukan dalam kondisi selamat.

“Hingga hari ini, sudah tujuh korban yang ditemukan, dan satu korban masih dalam pencarian,” kata Desiana di Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Desiana menyebutkan tujuh korban yang berhasil ditemukan yakni Wahyudin (38 tahun) selaku nakhoda kapal, Imron (23), Juli, Kartani (30), Wawan (40), Kacung (35), dan Mamat (35).

“Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat,” tutur Desiana.

Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Selasa (7/10/2025) dini hari, ketika kapal nelayan tersebut mengalami gangguan teknis, hingga akhirnya tenggelam di sekitar Pulau Bokor.

Baca juga: 4 Kapal Nelayan Terbakar di Pelabuhan Muara Baru, Api Berhasil Dipadamkan

Basarnas yang baru menerima laporan pada pukul 10.00 WIB dan langsung mengerahkan tim pencarian.

Satu Korban Masih Hilang

Desiana menegaskan, pencarian terhadap satu korban yang masih hilang terus dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan dari Kantor SAR Jakarta, TNI AL, Satuan Polair, KPLP Tanjung Priok, VTS Tanjung Priok, KSOP Cituis, Damkar DKI, Dishub DKI, serta berbagai instansi terkait lainnya.

Pada Rabu pagi, seluruh unsur tersebut menggelar apel koordinasi di lapangan untuk melanjutkan operasi pencarian.

“Hari ini kami bentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mencari keberadaan korban,” ujarnya.

Menurut Desiana, SRU I melakukan pencarian menggunakan KN SAR Antasena di area seluas 110 mil laut persegi.

Kemudian SRU II menggunakan kapal nelayan di area 99 mil laut persegi, sementara SRU III melakukan pemantauan visual di sekitar Pulau Pramuka, Pulau Karya, dan sekitarnya, serta berkoordinasi dengan nelayan dan kapal Dishub DKI.

Baca juga: Kronologi Tewasnya 2 Bocah SD Diduga Tenggelam saat Ikut Ekskul Renang di Bekasi

"Untuk rencana penyelamatan, petugas menyiapkan tandu, alat stabilisasi, dan kantong jenazah,” kata Desiana.

Kapal nelayan Surya Bahari Rawasaban dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Bokor–Pulau Dapur, wilayah administratif Kepulauan Seribu Selatan, sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (7/10/2025).

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut terdapat delapan orang di atas kapal tersebut, dan lima di antaranya sempat dilaporkan hilang.

Seiring pencarian yang berlangsung sejak Selasa siang hingga Rabu, tujuh korban kini telah ditemukan selamat, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU