Ilustrasi helikopter rescue. (Freepik/alexbrod89)
INDOZONE.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan sebanyak 13 personel andal dalam bidang penyelaman untuk mencari korban karamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali. Tak cuma itu, Helikopter Dauphin AS365 HR-3606 juga dikerahkan dalam proses SAR ini.
"Basarnas memberangkatkan 13 personel Basarnas Spesial group dengan kualifikasi khusus under water rescue," kata Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Kamis (3/7/2025).
Baca juga: Evakuasi Penumpang Kapal Tenggelam di Selat Bali Masih Dilakukan: 29 Orang Selamat, 4 Tewas
Sedangkan helikopter yang dikerahkan saat ini masih dalam proses pemberangkatan menuju Banyuwangi. Helikopter itu akan bertugas melakukan observasi udara.
"Basarnas sedang mengerahkan pesawat Helikopter Dauphin AS365 HR-3606 menuju Banyuwangi untuk observasi udara pencarian visual, evakuasi serta koordinasi taktis dari udara," ungkapnya.
Di sisi lain, Syafii juga membeberkan kondisi di lokasi kejadian atau tepatnya di Selat Bali. Dia mengatakan kondisi cuaca arus laut saat ini dalam kondisi yang kuat.
"Untuk kondisi di lapangan saat ini, informasi dari BMKG dan hasil pengamatan visual gelombang laut mencapai 2 sampai 2,5 meter dan angin kencang dan arus laut kuat," paparnya.
Baca juga: Update Jumlah Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan
Diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di laut Selat Bali pada Rabu, 2 Juli 2025 dini hari sekitar pukul 22.56 WIB yang lalu. Kapal karam setelah 25 menit lepas jangkar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan