Selasa, 07 OKTOBER 2025 • 14:56 WIB

Basarnas Akhiri Operasi Pencarian Korban Ambruk Ponpes Al Khoziny, 61 Orang Tewas

Author

Dua anggota Basarnas membacakan doa untuk korban bangunan mushalla di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10/2025). (Antara Foto/Umarul Faruq)

INDOZONE.ID - Setelah sepekan bekerja, Basarnas resmi menghentikan operasi pencarian korban runtuhnya Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Proses pembersihan puing selesai dilakukan Selasa (7/10) dini hari, menandai berakhirnya tahap pencarian dan penyelamatan di lokasi tragedi.

1. 61 Korban Jiwa Ditemukan dari Balik Puing

Hasil akhir operasi SAR mencatat 61 korban meninggal dunia, termasuk tujuh potongan tubuh yang masih dalam proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

“Alhamdulillah sekarang sudah rata dan diketemukan 61 korban jiwa,” ujar Mayjen TNI Budi Irawan, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, dikutip dari laman BNPB Selasa (7/10).

Dari data posko darurat, masih ada dua korban yang belum dipastikan statusnya, dan diduga potongan tubuh yang ditemukan bisa jadi milik mereka. “Nanti kita akan tunggu hasil DVI untuk memastikan,” tambah Budi.

2. 165 Korban, 104 Orang Selamat

Secara keseluruhan, total korban mencapai 165 jiwa. Dari jumlah itu, 104 orang selamat, dengan rincian empat masih dirawat di rumah sakit, 99 sudah pulang, dan satu orang tidak memerlukan perawatan.

Sementara para keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal kini difasilitasi BNPB dan BPBD dengan tenda pengungsian di RS Bhayangkara Surabaya.

Mereka juga mendapat bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, layanan medis, hingga dukungan psikososial.

Baca juga: Seluruh Jenazah Korban Ambruknya Musala Ponpes Al-Khoziny Berhasil Ditemukan

3. Tahap Pemulihan dan Rekonstruksi

Dengan berakhirnya operasi SAR, fokus kini beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Tanggung jawab penanganan diserahkan dari BNPB ke BPBD Provinsi Jawa Timur, dengan pendampingan penuh dari pusat.

“Setelah transisi ini, kita akan serahkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun BNPB akan tetap mendampingi,” jelas Budi.

Tahap ini mencakup identifikasi korban lanjutan, sterilisasi lokasi dari bahan berbahaya, serta pembersihan area agar aman dari pencemaran. Tim Dinas Kesehatan dan Pusat Krisis Kesehatan juga diturunkan untuk melakukan disinfeksi menyeluruh.

4. Audit Bangunan dan Investigasi Penyebab Runtuhnya Gedung

Selain proses pemulihan, BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk melakukan audit struktur bangunan lain di kawasan pondok. Tujuannya, mencegah kejadian serupa terulang.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, kita juga akan mendampingi seluruh asesmen semua bangunan yang ada,” tegas Budi.

Sementara itu, Polda Jatim sudah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi reruntuhan dan memeriksa beberapa saksi untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya musala empat lantai tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BNPB

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU