INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh korban meninggal dunia akibat runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan mengatakan, total sebanyak 63 jenazah telah dievakuasi dari lokasi kejadian, sejak operasi pencarian dimulai.
“Seluruh jenazah sudah ditemukan. Dari total itu, 61 dalam kondisi utuh dan ada tujuh berupa potongan tubuh,” kata Budi dalam konferensi pers di posko tanggap darurat di halaman Ponpes Al-Khoziny, Selasa (8/10/2025).
Baca juga: BNPB Ungkap Data Terbaru Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
Budi menjelaskan, berdasarkan hasil identifikasi sementara, seluruh jenazah yang ditemukan berasal dari dalam kompleks pondok pesantren yang kini telah rata dengan tanah.
Area pencarian saat ini telah dinyatakan bersih dari material runtuhan, sehingga sangat kecil kemungkinan masih ada korban lain yang tertinggal di bawah puing-puing bangunan.
"Dari sisi teknis, operasi Basarnas telah dianggap selesai karena tidak ada lagi tanda-tanda korban di bawah reruntuhan,” ujar Budi.
Baca juga: Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny Masuki Tahap Akhir, Masih Ada 10 Orang Hilang
Namun, ia menegaskan kepastian jumlah akhir korban masih menunggu hasil identifikasi lanjutan dari tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, khususnya untuk memastikan tujuh potongan tubuh yang ditemukan apakah merupakan dua korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Budi menyampaikan bahwa seluruh unsur gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, PMI, relawan, dan pemerintah daerah, akan tetap siaga hingga seluruh proses identifikasi dan pemulihan pascabencana selesai.
Tragedi yang menelan 63 korban jiwa itu menjadi salah satu insiden kebencanaan paling mematikan sepanjang 2025, sekaligus menjadi perhatian nasional terkait standar keselamatan bangunan pendidikan berasrama di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA