Minggu, 10 AGUSTUS 2025 • 15:22 WIB

Banyuwangi Kembali Sabet Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya, Bukti Konsistensi Program Ramah Anak

Author

Pemkab Banyuwangi Kembali Raih Kabupaten Layak Anak dari Kementerian PPPA. (sumber: Humas Pemkab Banyuwangi)

INDOZONE.ID - Banyuwangi sekali lagi menunjukkan komitmennya terhadap perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak dengan meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).

Prestasi ini menjadi torehan dua tahun berturut-turut, menandakan keberlanjutan kebijakan pro-anak yang dijalankan pemerintah daerah.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya Banyuwangi menciptakan lingkungan aman, nyaman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Acara penganugerahan berlangsung di Auditorium KH. M. Rasjidi, Kementerian Agama RI, Jakarta, Jumat malam, 8 Agustus 2025.

Baca juga: Semarang Raih Penghargaan Utama Kota Layak Anak usai 3 Tahun di Kategori Nindya, Wali Kota Bertekad Dapat KLA

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, didampingi Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi, Henik Setyorini, hadir untuk menerima penghargaan tersebut.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan ini.

“Kita bersyukur upaya kita menciptakan ruang yang nyaman bagi tumbuh kembang diberikan apresiasi. Upaya ini adalah komitmen kita semua untuk menjadikan Banyuwangi semakin ramah anak,” ucapnya.

Menurut Ipuk, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, “Ini adalah hasil kerja keras kita semua, mulai dari jajaran pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, termasuk TNI-Polri, hingga para orang tua yang berperan aktif menjaga dan mendukung hak-hak anak.”

Sebagai bagian dari upaya mempertahankan predikat KLA, Pemkab Banyuwangi terus mengembangkan berbagai program unggulan. Fasilitas publik ramah anak disediakan di berbagai titik, akses pendidikan dan kesehatan diperluas hingga ke wilayah pelosok, dan ruang kreatif bagi anak-anak dibangun untuk mendorong partisipasi mereka dalam pembangunan daerah.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga aktif membuka layanan konsultasi bagi anak dan remaja sebagai upaya menjaga kesehatan mental mereka. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak digelar secara rutin untuk menampung aspirasi mereka. Program-program yang menjadi rekomendasi anak kemudian diupayakan untuk direalisasikan.

Baca juga: Komitmen dalam Pemenuhan Hak Anak, Jateng Kembali Diganjar Penghargaan Provinsi Layak Anak

Bupati Ipuk mengajak semua pihak ikut menjaga predikat ini. “Ini adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat luas. Kita semua harus punya peran untuk menciptakan daerah yang ramah anak,” tuturnya.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk meniru langkah-langkah yang telah dilakukan Banyuwangi. Dengan kolaborasi lintas sektor, kualitas hidup anak di seluruh Indonesia diharapkan semakin baik dan terjamin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU