Minggu, 22 JUNI 2025 • 13:56 WIB

Banyuwangi Gerakkan Ribuan Pelajar Rawat Sungai Lewat Program Sekardadu

Author

Bupati Ipuk meluncurkan Sekardadu 2025 di area Sungai Talun Bayun (sumber: Pemkab Banyuwangi)

INDOZONE.ID - Sungai memegang peran vital dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai sumber air bersih maupun penunjang ekosistem daerah. Menyadari pentingnya menjaga kualitas sungai, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggagas program unik bernama Sekardadu atau Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai.

Program ini melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan untuk merawat dan memelihara kebersihan sungai secara rutin.

Sungai yang bersih memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta ekonomi lokal. Sebaliknya, sungai yang kotor bisa menimbulkan penyakit, merusak biota air, dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Minggu (22/6/2025).

Sekardadu merupakan upaya kolaboratif antara pemerintah dan dunia pendidikan. Hingga 2024, program ini berhasil mengajak 27.780 pelajar dari SD hingga SMA dalam menjaga 65 aliran sungai dan kanal air sepanjang 100.300 meter di seluruh wilayah Banyuwangi.

Baca juga:  Mengenal Kembali Seni Merangkai Janur: Disbudpar Banyuwangi Hidupkan Dekorasi Mayang Sari Lewat Workshop Digital

Menurut Bupati Ipuk, kegiatan ini bukan hanya bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bagian dari strategi keberlanjutan daerah yang dikenal sebagai destinasi wisata hijau. Ia menyebutkan bahwa pelibatan pelajar ini sekaligus bertujuan menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini.

Kami ingin membangun budaya cinta lingkungan sejak kecil. Melalui Sekardadu, pelajar belajar langsung di lapangan bagaimana menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ucapnya.

Dalam praktiknya, setiap sekolah mendapat tanggung jawab terhadap sungai di sekitar lokasi mereka. Para siswa melakukan kegiatan seperti memungut sampah, memberi edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang limbah ke sungai, serta membuat laporan kegiatan melalui aplikasi khusus Sekardadu.

Melalui aplikasi itu, semua kegiatan terpantau dan bisa dievaluasi. Sungai mana saja yang dirawat dan seberapa aktif sekolah dalam program ini bisa terlihat jelas,” jelas Ipuk.

Sekretaris Dinas Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahrobi, menambahkan bahwa pada tahun 2025, partisipasi meningkat menjadi 170 sekolah dan perguruan tinggi. Penilaian kegiatan mencakup tindakan pencegahan, perawatan, pemulihan, hingga promosi kebersihan sungai.

Baca juga: Padi Biofortifikasi, Senjata Rahasia Banyuwangi Lawan Gizi Buruk

Dengan gerakan bersama ini, Banyuwangi tidak hanya memperkuat kesadaran lingkungan, tetapi juga mencetak generasi peduli yang akan menjaga alam untuk masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkab Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU