Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 JUNI 2025 • 18:48 WIB

Mengenal Kembali Seni Merangkai Janur: Disbudpar Banyuwangi Hidupkan Dekorasi Mayang Sari Lewat Workshop Digital

Mengenal Kembali Seni Merangkai Janur: Disbudpar Banyuwangi Hidupkan Dekorasi Mayang Sari Lewat Workshop DigitalDisbudpar Banyuwangi Hidupkan Dekorasi Mayang Sari Lewat Workshop Digital (sumber: Disbudpar Banyuwangi)

INDOZONE.ID - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banyuwangi kembali mengambil langkah kreatif dalam melestarikan seni budaya lokal. Melalui kegiatan workshop merangkai dekorasi Mayang Sari yang digelar secara live streaming di media sosial TikTok dan Instagram @banyuwangi_tourism pada Senin pagi, 16 Juni 2025, Disbudpar menunjukkan komitmen dalam menghidupkan kembali tradisi yang semakin jarang terlihat.

Mayang Sari merupakan elemen dekorasi adat Jawa yang umumnya digunakan dalam pernikahan. Dekorasi ini diletakkan di sisi kanan dan kiri pelaminan dengan bentuk tinggi menjulang hingga 180 cm. Uniknya, bentuk Mayang Sari dapat disesuaikan dengan tema dan preferensi pasangan pengantin, dan selalu dibuat secara berpasangan.

Baca juga: UGM Gelar Cultural Festival: Ruang Bagi Mahasiswa Unjuk Bakat Seni dan Budaya Daerah

Namun, dalam perkembangan zaman, eksistensi Mayang Sari mulai tergeser. Berbeda dengan Kembar Mayang atau Penjor yang masih kerap digunakan di acara-acara adat masyarakat Banyuwangi, kehadiran Mayang Sari semakin langka.

Mayang Sari sudah jarang digunakan, kecuali ada pengantin yang menggunakan dekorasi gebyok Jawa. Sementara itu, Kembar Mayang dan Penjor masih banyak diminati,” ujar Elis Nurwahyuni, perajin janur tradisional yang akrab disapa Bunda Elis.

Bunda Elis telah menekuni kerajinan janur selama lebih dari 45 tahun. Dalam workshop tersebut, ia membagikan keahliannya, mulai dari teknik pemilihan janur hingga cara membentuknya agar tahan lama dan estetis.

Proses pembuatan Mayang Sari biasanya memakan waktu sekitar satu jam. Untuk Kembar Mayang hanya 15 menit, sedangkan Penjor bisa selesai empat buah dalam satu jam,” tambahnya.

Dwi Susanti, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Banyuwangi, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi para pengrajin seperti Bunda Elis yang terus menjaga warisan budaya ini.

Alhamdulillah, hingga saat ini masih ada yang melestarikan pembuatan Mayang Sari. Melalui workshop live streaming, kami ingin membuka akses kepada masyarakat luas untuk belajar seni ini,” jelas Santi.

Baca juga: Produk Kerajinan Indonesia Semakin Unggul

Santi menegaskan bahwa pendekatan digital bukan hanya untuk menjangkau audiens yang lebih luas, tetapi juga untuk mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.

Dengan media sosial, kami ingin menjangkau generasi muda dan memperkenalkan keindahan seni tradisional ini kepada khalayak lebih luas,” pungkasnya.

Dengan kegiatan ini, Disbudpar Banyuwangi berharap dapat menumbuhkan kembali rasa cinta terhadap tradisi, sekaligus menjadi upaya nyata dalam membangkitkan seni budaya lokal yang hampir punah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Dinas Kebudayaann& Pariwisata Kab. Banyuwangi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Kembali Seni Merangkai Janur: Disbudpar Banyuwangi Hidupkan Dekorasi Mayang Sari Lewat Workshop Digital

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!