Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 26 JULI 2021 • 20:25 WIB

Menkes Akui Masih Banyak Masyarakat Menilai COVID-19 Sebagai Aib

Menkes Akui Masih Banyak Masyarakat Menilai COVID-19 Sebagai AibMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (photo/ ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Menteri Kesehatan (menkes) Budi Gunadi Sadikin akui masih banyak masyarakat yang berpandangan bahwa COVID-19 adalah aib sehingga tidak segera melaporkan pemeriksaan atau melapor ke rumah sakit.

"Saya sedih, saya juga dapat masukan banyak yang isolasi mandiri meninggal, penyebabnya banyak, bukan hanya karena tidak diterima di rumah sakit, tapi rupanya orang yang sakit di banyak daerah masih dilihat sebagai orang yang ternoda, terhukum, orang yang tidak baik perilakunya," kata Menkes Budi Gunadi di Kantor Presiden Jakarta, Senin (26/7) dikutip dari ANTARA.

Karena masih ada pandangan seperti itu di masyarakat maka, mereka yang terpapar COVID-19 pun enggan untuk dites.

"Jadi kasihan orang-orang ini, mereka tidak mau dites, tidak mau lapor karena ada beban sosial padahal sakit COVID-19 itu bukan aib, justru kalau saudara kita sakit harus dibantu, jangan diaibkan, nanti malah tidak mau lapor, telat masuk rumah sakit dan kematian jadi tinggi," ungkap Budi Gunadi.

Baca juga: Wow! Keluarga Almarhum Akidi Tio Beri Bantuan Rp2 T ke Sumsel untuk Penanganan COVID-19

Ia pun meminta agar masyarakat yang sudah bergejala COVID-19 maupun terpapar dari pasien COVID-19 lain agar segera lapor ke rumah sakit, puskesmas atau dokter agar dites secara cepat.

"Supaya bisa tahu level keparahannya seperti apa dan 'ditreatment' sesuai keparahannya, mudah-mudahan dengan itu bisa mengurangi kematian," tambah Budi.

Menurut Budi Gunadi, bila mereka yang terpapar COVID-19 dapat terdeteksi dengan cepat maka kemungkinan besar dapat sembuh.

"Di seluruh dunia, dari pasien 100 yang sakit, yang masuk rumah sakit cuma 20 persen dan yang wafat mungkin sekitar 1,7 persen. Lebih rendah dari TBC atau HIV tapi harus dirawat dengan tepat dan cepat. Jadi kalau sudah positif cepat dites dan cepat diukur saturasi. Bila saturasi di atas 94 persen stay at home, Insya Allah akan sembuh," jelas Budi.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Menkes Akui Masih Banyak Masyarakat Menilai COVID-19 Sebagai Aib

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!