Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 22 APRIL 2026 • 09:09 WIB

Ruas Jalan Bumidaya–Trimomukti Sepanjang 8 Km Diresmikan, Sempat Viral Jadi Kolam Ikan

Ruas Jalan Bumidaya–Trimomukti Sepanjang 8 Km Diresmikan, Sempat Viral Jadi Kolam IkanBupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan jalan viral “kolam lele” di Palas, Selasa (21/4/2026). (Cut Kazzhimah Zahra)

INDOZONE.ID - Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama meresmikan ruas Jalan Bumidaya-Bumirestu-Trimomukti di Kecamatan Palas.

Ruas jalan ini sebelumnya sempat viral pada April 2025 setelah warga mengkritik kondisi jalan berlubang dengan menebar ikan di genangan air hingga menyerupai kolam.

Usai viral, Egi sempat mendatangi lokasi tersebut sambil memancing ikan bersama warga dan berjanji akan melakukan perbaikan. Kini, jalan sepanjang kurang lebih 8 kilometer itu telah dibangun ulang menggunakan konstruksi rabat beton dengan lebar 4 meter.

Baca juga: Warung Makan Non-Halal Jadi Polemik di Sukoharjo, Mediasi Buntu

“Ya alhamdulillah tadi sebenarnya saya mau bawa alat pancing di sini, cuma ternyata kolamnya sudah tidak ada. Jadi nggak laku lagi alat pancing,” ujarnya berseloroh, Selasa (21/4/2026)

Ia menyebut pembangunan jalan itu menghabiskan anggaran APBD Tahun 2025 sebesar Rp12,655 miliar. Menurutnya, jalan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Palas dan sekitarnya.

Ruas Jalan Bumidaya–Trimomukti Sepanjang 8 Km Diresmikan, Sempat Viral Jadi Kolam IkanWarga menebar ikan lele di jalan rusak di Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan berlubang, April 2025. (Cut Kazzhimah Zahra)

“Kemarin itu kita habis kurang lebih Rp12 miliar 655 juta dengan panjang ruas kurang lebih 8 kilometer. Harapannya tentu ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif dan produktif bagi masyarakat,” kata dia.

Egi juga mengingatkan pentingnya perawatan dan pengawasan agar jalan tidak cepat rusak. Ia menyebut, proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan.

Baca juga: Kloter Pertama Haji Diberangkatkan dari Embarkasi Solo

“Masih ada enam bulan untuk bisa ada perbaikan dari Pak Kadis PU,” ujarnya.

Untuk mencegah kerusakan akibat kendaraan berat, pemerintah kecamatan dan desa berinisiatif membangun gapura di akses jalan. Langkah itu diharapkan dapat membatasi kendaraan besar seperti truk fuso.

“Karena kita juga agar ada estetikanya, sehingga itu harapannya bisa mengurangi atau bahkan menahan fuso untuk tidak bisa lewat jalan itu,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui penerapan aturan di lapangan kerap tidak berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah daerah juga membuka kemungkinan pengalokasian anggaran lanjutan untuk perbaikan jika diperlukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ruas Jalan Bumidaya–Trimomukti Sepanjang 8 Km Diresmikan, Sempat Viral Jadi Kolam Ikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!