Misi Militer Kanada ke Arktik. (Eloise Alanna/BBC)
INDOZONE.ID - Deretan pohon cemara sederhana menandai garis finis bagi tentara cadangan dan anggota tempur Kanada setelah maraton dua bulan menembus salah satu lingkungan terkeras di Bumi: wilayah Arktik Kanada yang luas. Patroli yang berakhir di Churchill, Manitoba, pada Jumat (10/4/2026) ini menjadi misi utara terbesar dalam sejarah Canadian Rangers.
Mereka menempuh 5.200 kilometer melintasi Arktik, mengikuti rute yang belum pernah dicoba selama 80 tahun. Mereka mengendarai mobil salju melintasi medan es, melewati badai salju dan angin kencang. Beberapa malam, mereka berkemah di atas es dalam tenda saat suhu turun hingga -60 derajat Celsius.
Patroli ini merupakan bagian dari operasi tahunan Angkatan Bersenjata Kanada untuk menunjukkan kehadiran militer di wilayah utara. Sebanyak 1.300 personel militer ambil bagian tahun ini, dengan misi survei daratan, mempelajari perubahan iklim, serta menguji kemampuan bertahan hidup dan perang di Arktik.
Baca juga: Mengenal Greenland: Alasan Wilayah Ini Jadi Rebutan Geopolitik Global?
Misi ini semakin relevan di tengah perebutan geopolitik sumber daya Arktik seiring perubahan iklim. Hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengancam pada Januari lalu untuk mencaplok Greenland, wilayah Arktik milik Denmark yang bertetangga dengan Kanada, sehingga meningkatkan ketegangan antar sekutu NATO.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, yang lahir di Northwest Territories dan menjadi PM pertama dari wilayah utara, telah meluncurkan rencana pertahanan senilai miliaran dolar. Rencana tersebut mencakup peningkatan fasilitas militer di wilayah utara yang sudah ada. Meski demikian, komandan pasukan tugas menyatakan bahwa pernyataan Trump tidak berdampak pada kerja sama antara pasukan Kanada dan sekutunya.
Operasi tahun ini, yang berlangsung dari pertengahan Februari hingga awal April, juga melibatkan kontingen dari Greenland yang meminta untuk mengamati Canadian Rangers. Anggota militer dari AS dan Inggris turut diundang untuk memantau, sementara tentara Prancis dan Belgia melakukan misi penyelaman di es bersama militer Kanada.
Rusia dilaporkan memiliki puluhan pangkalan militer permanen di wilayah Arktik mereka, sementara Kanada tidak memilikinya. “Mereka masih terbang, dan mereka masih memeriksa wilayah itu,” kata komandan pasukan tugas, seraya menambahkan bahwa latihan bersama Rusia dan China di perairan internasional juga meningkat. “Apakah itu ancaman langsung? Tidak. Tapi apakah mereka semakin memahami perairan Arktik? Tentu saja.”
Ancaman lain datang dari perubahan iklim, yang membuat navigasi di wilayah Arktik Kanada menjadi lebih menantang. “Sungai yang biasanya membeku kini meluap di area yang sebelumnya tidak pernah terjadi,” kata seorang komandan. Hal ini menyebabkan lapisan es menjadi tidak stabil dan berbahaya untuk dilalui selama musim dingin. Di sisi lain, musim dingin tahun ini juga sangat ekstrem, membuka jalur baru di atas perairan Arktik yang sebelumnya tidak membeku.
Komponen kunci Canadian Rangers adalah anggota Inuit asli, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang wilayah utara Kanada. Keahlian mereka sangat penting dalam menemukan jalur aman. “Kami akan gagal tanpa mereka,” kata seorang komandan. Mereka sering disebut sebagai “kaki di lapangan yang tak tergantikan” di wilayah utara Kanada.
Baca juga: Sering Dengar Istilah Geopolitik? Ini Penjelasan Lengkap dan Contohnya
Selama patroli, mereka berbagi ikan Arktik kering dan karibu dengan anggota yang membutuhkan lebih banyak makanan, serta meminjamkan sarung tangan dan sepatu bot dari bulu anjing hutan dan karibu bagi yang kedinginan. Salah satu ranger Inuit bahkan membawa senapan di punggungnya sepanjang perjalanan untuk berjaga-jaga jika beruang kutub muncul.
Kanada baru-baru ini menjadikan Arktik sebagai fokus kebijakan keamanan nasionalnya. Mark Carney mengkritik pendahulunya karena dinilai mengabaikan wilayah tersebut. “Setelah beberapa dekade investasi terbatas di utara, pemerintah baru Kanada bertindak dengan skala ambisi yang layak untuk wilayah luas ini dan masyarakatnya,” ujarnya pada Maret lalu.
Pendanaan tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan infrastruktur seperti bandara dan jalan raya yang dapat dimanfaatkan oleh warga sipil maupun militer. Oposisi konservatif sebelumnya mengkritik pemerintah Liberal karena dianggap mengabaikan Arktik selama satu dekade terakhir, serta mendesak pembangunan pangkalan militer permanen baru di wilayah utara. Namun, pendanaan baru ini disambut positif oleh masyarakat lokal dan militer. “Sepertinya kita benar-benar serius membangun,” kata komandan pasukan tugas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbc.com