UMKM Bakso Bunda di Boyolali. (Eksani/ Z Creators)
INDOZONE.ID - Memasuki bulan Ramadan, permintaan olahan bakso ayam di Boyolali meningkat tajam. Salah satu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memproduksi olahan bakso ayam adalah Bilka Chicken di Dusun Doyo, RT 02/RW 08, Karanggeneng, Boyolali Kota. Di tempat ini, berbagai jenis olahan bakso dibuat, seperti bakso halus, bakso jamur, bakso topping, hingga tahu bakso.
Seperti pada Sabtu siang, sejumlah karyawan tampak memproduksi olahan bakso, mulai dari membuat adonan, memasukkan adonan ke dalam mesin pencetak, kemudian bakso yang sudah terbentuk dimasukkan ke tempat perebusan. Setelah matang, bakso ditiriskan dan dikemas sesuai dengan kemasannya.
Olahan rumahan berlabel Bakso Bunda ini bahkan menjadi salah satu penyuplai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Pulau Jawa, seperti Jawa Timur, Solo, Semarang, Salatiga, hingga Yogyakarta.
Baca juga: Gibran Puji Semangat UMKM Ibu-Ibu Banyuwangi: Potensial Naik Kelas Nasional
Owner Bilka Chicken, Lailatul Qomariyah (37), mengatakan, “Alhamdulillah, produksi bakso kami mengalami kenaikan. Dari awalnya 400 kilogram adonan yang bisa menjadi 35 ribu butir bakso, sekarang menjadi 600 kilogram adonan yang menghasilkan 50 ribu butir bakso. Kenaikannya sekitar 30 persen sampai 40 persen. Bahkan, prediksi kami menjelang Hari Raya Idulfitri akan ada kenaikan lagi sekitar 50 persen.
Orderan Bakso Bunda di Boyolali, meningkat selama bulan ramadan. (Eksani/ Z Creators)
Untuk pesanan saat ini, yang paling banyak berasal dari SPPG di Jawa Timur, Solo, Semarang, Salatiga, dan Yogyakarta untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun demikian, banyak juga reseller dari berbagai daerah yang datang ke sini. Untuk harga, bakso biasa atau bakso halus satu pak Rp15.000 isi 50 butir, sedangkan bakso jamur isi 50 butir harganya Rp20.000. Alhamdulillah, dengan produksi saat ini kami sudah bisa mempekerjakan enam orang karyawan dari warga sekitar. Harapannya, semoga UMKM bisa semakin maju dan produksi kami semakin meningkat sehingga dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
Sementara itu, salah satu pembeli atau reseller, Rahmad Simpe (45), mengatakan, “Saya mau kulakan bakso karena Bakso Bunda ini bakso ayam. Saya mengambil di sini untuk saya jual lagi. Alhamdulillah, selama Ramadan ini penjualan saya juga meningkat. Biasanya dalam seminggu saya kulakan dua atau tiga kali, tetapi selama Ramadan ini saya setiap hari mengambil bakso di sini. Kebetulan ini ada pesanan dadakan 73 pak, biasanya harian hanya 24 sampai 30 pak saja. Harganya terjangkau dengan rasa yang enak dan tekstur yang bagus. Nanti saya jual lagi ke reseller lain. Sudah dua bulan ini kalau kulakan bakso ya di sini,” ungkapnya, Sabtu (21/2/2026).
Baca juga: UMKM hingga Bioskop Dapat Keringanan Pajak, Jakarta Siap Gairahkan Ekonomi
Usaha rumahan produksi bakso ayam milik Lailatul Qomariyah ini telah ia jalankan selama dua tahun. Berbagai tantangan dan jatuh bangun dalam mendirikan usaha ini ia hadapi bersama sang suami, Isna Mahmudin. Salah satu tantangan saat Ramadan adalah meningkatnya harga bahan baku ayam di pasaran. Hal itu membuat mereka harus terus berinovasi agar pelanggan tetap setia, bahkan tanpa menaikkan harga kepada pelanggan dan reseller.
Agar usaha rumahan Bakso Bunda semakin berkembang dan terjamin kehalalannya, produksi bakso olahan milik Lailatul Qomariyah ini juga telah mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama RI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan