Babi Kutil Bawean (bbksdajatim.org).
INDOZONE.ID - Bentang alam Pulau Bawean memperlihatkan kedekatan yang nyata antara kawasan hutan, ladang pertanian, dan permukiman penduduk.
Dalam ruang tanpa batas inilah interaksi manusia dan satwa liar berlangsung setiap hari, termasuk kemunculan Babi Kutil Bawean di sekitar kebun dan sawah warga, Senin (12/1/2026).
Bagi sebagian masyarakat, Babi Kutil Bawean identik dengan gangguan dan kerugian pertanian.
Namun di balik stigma tersebut, satwa endemik ini memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem Pulau Bawean yang secara alami rentan.
Sebagai spesies endemik, Sus blouchi hanya ditemukan di Pulau Bawean.
Baca juga: BNBP Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta Selama 5 Hari ke Depan!
Populasinya tidak besar dan terus tertekan akibat berkurangnya habitat serta meningkatnya intensitas perjumpaan dengan manusia.
Kondisi ini menjadikannya salah satu satwa dengan risiko kepunahan tinggi.
Penetapan status Endangered oleh IUCN menunjukkan tingkat ancaman serius terhadap kelangsungan hidup Babi Kutil Bawean.
Meskipun belum masuk kategori satwa dilindungi nasional, keberadaannya tetap berada dalam perlindungan ekologis melalui Suaka Margasatwa Pulau Bawean.
Di dalam kawasan hutan, Babi Kutil Bawean berperan sebagai penggerak proses alami.
Baca juga: Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Negara Hadir untuk Pendidikan Anak Kurang Mampu
Aktivitas menggali tanah saat mencari makan membantu mempercepat penguraian bahan organik, memperkaya unsur hara tanah, serta mendukung regenerasi tumbuhan hutan.
Masalah muncul ketika ruang hidup satwa semakin menyempit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbksdajatim.org