INDOZONE.ID - Banjir susulan kembali melanda Kabupaten Aceh Timur setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (7/1/2026) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur mencatat sedikitnya lima kecamatan terdampak, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Timur, Afifullah, mengatakan hujan deras memicu meluapnya sejumlah sungai di wilayah tersebut.
Akibatnya, genangan air kembali merendam pemukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa di beberapa titik.
“Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan air sungai kembali meluap. Di beberapa lokasi, ketinggian air mencapai sedada orang dewasa,” ungkap Afifullah, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Basarnas Kerahkan 70 Anggotanya untuk Cari Pendaki yang Hilang di Gunung Slamet
Adapun lima kecamatan yang terdampak banjir susulan meliputi Pante Bidari, Indra Makmu, Banda Alam, Julok, dan Rantau Selamat.
Genangan air tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menutup sejumlah ruas jalan desa dan akses antarkecamatan.
Afifullah menyebut, kondisi tersebut menghambat mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi, perjalanan ke tempat kerja, serta kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Banjir susulan ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga akses jalan dan sejumlah fasilitas umum. Dampaknya sangat terasa terhadap perekonomian dan aktivitas harian masyarakat,” katanya.
Banjir susulan ini terjadi saat sebagian wilayah Aceh Timur masih dalam tahap pemulihan pascabanjir yang melanda pada akhir November 2025.
Sejumlah warga yang sempat membersihkan rumah dan lingkungan kini kembali harus menghadapi genangan air yang masuk ke rumah mereka.
BPBD Aceh Timur bersama unsur terkait telah menurunkan tim ke lokasi terdampak untuk memantau kondisi lapangan, mendata dampak banjir, serta memastikan keselamatan warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan