INDOZONE.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun langsung ke Tapanuli, SUmatera Utara, untuk menangani banjir dan longsor yang menewaskan puluhan orang.
Namun proses penanganan darurat terhambat oleh padamnya jaringan listrik, akses darat yang terputus, dan sulitnya komunikasi warga.
Pemerintah pusat menyiapkan helikopter, logistik udara, hingga peralatan berat untuk percepatan evakuasi.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno tiba di Tapanuli Tengah pada Minggu (30/11) untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat.
Keduanya langsung menuju GOR Pandan untuk rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Sekda Tapanuli Tengah dan Wali Kota Sibolga.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menjelaskan hambatan terbesar saat ini, yakni jaringan listrik mati total.
Kondisi ini bukan hanya memutus komunikasi warga, tapi juga mengganggu suplai air bersih, internet, dan distribusi BBM.
Saat menerima laporan tersebut, Suharyanto langsung menghubungi Direktur Utama PLN dan menawarkan dukungan helikopter untuk mengangkut teknisi ke area yang sulit dijangkau.
“Kami ada heli di bandara Pinangsori dan Silangit. BNPB akan siapkan helinya untuk perbaikan listrik,” ujarnya dalam siaran pers dikutip Senin, (1/12/2025).
Ia menegaskan bahwa pemulihan listrik harus diprioritaskan.
“Ketiadaan listrik sangat berpengaruh pada suplai air bersih, internet, hingga distribusi BBM,” lanjutnya
BNPB juga mengirimkan genset dan perangkat Starlink untuk membuka kembali jalur komunikasi di sejumlah titik yang terisolasi.
Baca juga: Pemerintah Kerahkan 28 Helikopter untuk Distribusi Bantuan dan Evakuasi Bencana di Sumatera
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNPB