Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 06 NOVEMBER 2025 • 15:29 WIB

Pro Kontra Rencana Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Akademisi di Bali Bahas Jasa-Jasanya

Pro Kontra Rencana Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Akademisi di Bali Bahas Jasa-JasanyaPresiden RI ke-2, Soeharto (dok. Wikimedia Commons)

INDOZONE.ID - Nama Presiden Soeharto masuk dalam usulan menjadi pahlawan nasional. Hal ini menjadi pro kontra hingga munculnya beragam tanggapan dari publik.

Salah satunya dibahas oleh para akademisi di Bali. Sejumlah akademisi menilai pemberian gelar pahlawan nasional terhadap Soeharto dinilai tepat jika melihat dari jasa-jasanya selama menjadi Presiden.

"Kalau kita melihat dari segi objektifnya, Bapak Soeharto memimpin kita puluhan tahun loh ya, kita juga harus melihat apa sih yang sudah dibangun oleh beliau. Jadi berhak juga beliau untuk diberikan gelar tersebut," kata dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis Universitas Dwijendra, Ni Made Adi Novayanti seperti dikutip pada Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Mahfud MD Sebut Soeharto Penuhi Syarat Jadi Pahlawan Nasional

Dia mengungkap banyak jasa yang sudah dilakukan oleh Soeharto selama ini. Untuk itu, dia menilai masyarakat Indonesia tidak boleh melupakan jasa-jasa dari Soeharto.

"Yang jelas, kita tidak boleh melupakan sejarah dan jasa beliau," ungkapnya.

Lebih dalam, dia tidak ingin pemberian gelar pahlawan yang sedang dicanangkan pemerintah terhadap puluhan nama termasuk Soeharto menjadi isu yang malah menimbulkan konflik. Untuk itu, dia menilai peran media sangat penting dalam situasi saat ini.

"Jadi kita sebagai orang-orang media ketika ada hal-hal yang seperti itu, kita tanggapi secara positif tapi tidak digoreng dalam bahasa medianya itu sebagai sebuah konflik. Kita tujuannya seperti lagi-lagi, kita sebagai media yang harus netral ketika ada isu-isu itu," kata Nova.

Senada dengan Nova, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, I Gede Nandya Oktora menilai jika bangsa yang besar tidak boleh melupakan jasa para pemimpin terdahulu termasuk Soeharto.

"Yang jelas, kita tidak boleh melupakan sejarah dan jasa beliau," kata Nandya.

Meskti begitu, persoalan setuju atau tidak, Nandya menyerahkan seluruh proses administrasi dan kelaikan gelar pahlawan Presiden Soeharto kepada pihak yang berwenang agar lebih tepat dengan juga mendengarkan masukan dari publik.

“Tapi untuk urusan setuju atau tidaknya, saya serahkan pada pihak yang berwenang,” ungkapnya.

Untuk diketahui, menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November mendatang, wacana terkait pemberian penghormatan kepada tokoh sebagai pahlawan nasional muncul. Sebanyak puluhan nama muncul termasuk Soeharto.

Munculnya nama Soeharto menjadi polemik lantaran ada pihak yang menyetujui pemberian tanda kehormatan tersebut namun ada juga yang bersikap sebaliknya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pro Kontra Rencana Pemberian Gelar Pahlawan ke Soeharto, Akademisi di Bali Bahas Jasa-Jasanya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!