INDOZONE.ID - Sejumlah jasad korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur sampai saat ini masih belum teridentifikasi.
Ternyata, proses identifikasi korban menemui kesulitan. Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan bahwa proses identifikasi mengalami kesulitan karena tidak adanya sidik jari korban.
Baca juga: Identifikasi Korban Ponpes Sidoarjo Ambruk Masih Berlangsung, Kapolda Jatim Pastikan Proses Maksimal
"Kesulitannya adalah korban-korban ini masih anak-anak. Jadi belum punya KTP, belum pernah punya sidik jari, sehingga salah satu caranya adalah dengan DNA," kata Suharyanto, Sabtu (4/10/2025).
Sejauh ini, ada sembilan jasad yang belum teridentifikasi. Jasad tersebut masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI.
"Tidak serta merta begitu ditemukan langsung disampaikan kepada keluarga. Ada prosedur yang harus diikuti," ungkapnya.
Baca juga: Hari Kelima Operasi SAR Ponpes Sidoarjo Ambruk, 5 Jenazah Ditemukan
Lebih jauh, Suharyanto menyebut proses identifikasi bakal dilakukan secara teliti.
Setelah hasilnya rampung dan akurat, barulah jasad diserahkan kepada pihak keluarganya.
"Setiap korban akan diidentifikasi dengan benar sebelum diserahkan kepada pihak keluarga," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan