Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 03 OKTOBER 2025 • 13:34 WIB

Buka MQK Internasional 2025, Menag Nasaruddin Umar Soroti Krisis Iklim dan Perang

Buka MQK Internasional 2025, Menag Nasaruddin Umar Soroti Krisis Iklim dan PerangMenteri Agama Nasaruddin Umar, saat membuka Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 di Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2025). (Humas Kemenag RI) 

INDOZONE.ID - Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional 2025 resmi dibuka di Pesantren As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Kamis (2/10/2025). 

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar hadir langsung dan menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya perlombaan membaca kitab kuning, melainkan wadah silaturahmi antar-santri dan ulama dari berbagai negara.

Tahun ini MQK mengangkat tema "Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian". Dalam sambutannya, Menag menekankan urgensi isu perang dan perubahan iklim yang terus merenggut korban.

“Merawat lingkungan, dan menjaga perdamaian adalah tema kita. Kaitannya dengan perubahan iklim dan persoalan perang yang harus segera diakhiri,” ucapnya.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil: MBG yang Tidak Aman dan Tidak Adil Ancaman terhadap Visi Besar Bangsa

Ia mengingatkan, jumlah korban yang jatuh akibat krisis iklim jauh lebih besar dibanding konflik bersenjata.

“Jika perang menelan 67 ribu korban jiwa per tahun, maka perubahan iklim telah merenggut hingga empat juta jiwa per tahun. Ini jumlah yang sangat besar dan harus menjadi perhatian kita," tutur Nasaruddin.

Menurutnya, kerusakan lingkungan tak lepas dari perilaku manusia yang keliru dalam memperlakukan alam. Karena itu, ia mendorong lahirnya gagasan ekoteologi.

“Kini saatnya Kemenag mensponsori apa yang kami sebut sebagai ekoteologi, yakni kerja sama antara manusia, alam, dan Tuhan,” tambahnya.

Baca juga: Dapat Puluhan Juta dari Jual Data di Dark Web, Bjorka Pakai Uangnya untuk Hidupi Keluarga

Nasaruddin juga menekankan peran pesantren Indonesia sebagai pusat dakwah damai.

“Pesantren adalah poros perdamaian. Kita ingin menunjukkan bahwa Islam Indonesia tumbuh dengan dakwah yang ramah, penuh persaudaraan, dan menghormati budaya,” katanya.

Menutup pidatonya, Menag mengaitkan MQK dengan semangat peradaban Islam masa lalu.

“Kita berharap MQK Internasional dapat melahirkan kembali generasi ilmuwan muslim yang bukan hanya piawai membaca kitab, tetapi juga mampu memberi solusi atas tantangan zaman, menjaga perdamaian, dan melestarikan lingkungan,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Rilis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Buka MQK Internasional 2025, Menag Nasaruddin Umar Soroti Krisis Iklim dan Perang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!